BerandaSportFIA Rilis Pernyataan Usai...

FIA Rilis Pernyataan Usai Rapat ‘Tingkat Tinggi’, Regulasi F1 2026 Disempurnakan Jelang GP Miami

MIAMI, TERMINALNEWS.ID – Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, resmi mengeluarkan pernyataan setelah para pemangku kepentingan Formula 1 menggelar rapat “tingkat tinggi” untuk membahas perubahan regulasi musim 2026.

Dalam waktu bersamaan, FIA juga mengonfirmasi adanya sejumlah penyempurnaan aturan yang akan mulai diterapkan sebelum seri Grand Prix Miami pada Mei mendatang.

Pertemuan yang berlangsung pada Senin itu melibatkan berbagai pihak penting, mulai dari sponsor komersial, tim, pembalap, hingga FIA. Diskusi ini digelar di tengah jeda kalender balapan akibat pembatalan GP Arab Saudi dan GP Bahrain karena konflik di Timur Tengah.

Kritik Pembalap terhadap Regulasi Baru

Baru tiga balapan berjalan di musim 2026, sejumlah pembalap sudah menyuarakan ketidakpuasan terhadap regulasi anyar. Juara dunia empat kali dari Red Bull, Max Verstappen, menjadi sosok paling vokal. Ia bahkan menyebut mobil dengan sistem mesin pembagian tenaga 50/50 (kombinasi mesin pembakaran internal dan listrik) seperti “Formula E versi ekstrem” dan sempat mengisyaratkan kemungkinan pensiun.

Baca Juga :   Bonus PON Rp 500 Juta, Masyarakat Pemantau Olahraga Jakarta: Bukti Pj Gubernur DKI Peduli Atlet

Kekhawatiran juga meningkat setelah kecelakaan yang dialami pembalap Haas, Oliver Bearman, di GP Jepang. FIA menyebut kecepatan salip (closing speed) yang meningkat menjadi salah satu faktor penyebab insiden tersebut.

unduhan 6 1
FIA Rilis Pernyataan Usai Rapat ‘Tingkat Tinggi’, Regulasi F1 2026 Disempurnakan Jelang GP Miami

Selain penggunaan tenaga 50/50, mobil F1 2026 juga didesain lebih ringan, lebih pendek, dan lebih sempit, dengan hambatan udara (drag) dan downforce yang lebih rendah. Sistem DRS pun kini digantikan oleh teknologi aero aktif, di mana mobil dapat berubah bentuk melalui mode Z saat menikung dan mode X di lintasan lurus.

Pernyataan Resmi FIA

Dalam pernyataannya, Ben Sulayem memuji kolaborasi semua pihak:

“Saya ingin mengapresiasi seluruh ekosistem Formula 1—staf FIA, tim, pembalap, dan produsen power unit—atas kerja sama konstruktif dalam waktu singkat.”

Ia menegaskan bahwa keselamatan dan keadilan kompetisi tetap menjadi prioritas utama FIA.

“Perubahan ini dilakukan untuk mengatasi masalah yang muncul di awal musim dan menjaga integritas serta kualitas kompetisi.”

F1 dijadwalkan kembali bergulir pada 3 Mei melalui GP Miami.

Baca Juga :   Transfer Giannis Antetokounmpo ke Miami Heat Tertunda, Milwaukee Bucks Dapat Paket Pemain dan Aset Bernilai Triliunan Rupiah

Penyempurnaan Regulasi F1 2026

FIA mengumumkan sejumlah revisi penting hasil kesepakatan dengan tim dan pabrikan:

Kualifikasi: Dorong Performa Maksimal

  • Batas maksimum pengisian ulang energi dikurangi dari 8MJ menjadi 7MJ.
  • Daya puncak “superclip” meningkat dari 250 kW menjadi 350 kW (sekitar 4.700 tenaga kuda menjadi 6.580 tenaga kuda dalam konversi kasar).
  • Jumlah balapan dengan batas energi alternatif bertambah dari 8 menjadi 12 seri.

Balapan: Tingkatkan Keselamatan

  • Tambahan tenaga (boost) dibatasi maksimal +150 kW.
  • Distribusi tenaga MGU-K tetap 350 kW di zona akselerasi, namun dibatasi 250 kW di area lain.
  • Tujuannya mengurangi perbedaan kecepatan ekstrem saat menyalip.

Start Balapan: Sistem Baru

  • Diperkenalkan sistem deteksi start dengan tenaga rendah.
  • Jika terdeteksi, sistem otomatis meningkatkan tenaga untuk menghindari risiko.
  • Lampu peringatan visual akan menyala untuk memberi tahu pembalap di belakang.
Baca Juga :   Prawira Bandung Raih Kemenangan Perdana Atas Kesatria Bengawan Solo 64-62

Kondisi Basah: Visibilitas dan Kendali

  • Suhu tyre blanket untuk ban intermediate ditingkatkan.
  • Output ERS dikurangi agar mobil lebih mudah dikendalikan.
  • Sistem lampu belakang disederhanakan untuk meningkatkan visibilitas.

Tidak Ada Nilai Finansial Langsung

Dalam pengumuman ini, FIA tidak menyebutkan angka finansial atau biaya spesifik terkait perubahan regulasi. Namun, secara umum, pengembangan teknologi power unit F1 generasi baru diperkirakan menelan biaya ratusan juta dolar AS—setara dengan kisaran Rp1,6 triliun hingga Rp4,8 triliun per pabrikan (asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS).

Proposal final perubahan regulasi ini akan diajukan melalui e-voting ke FIA World Motor Sport Council sebelum GP Miami digelar.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Helvi Moraza Harapkan Rakor KUR Indonesia Timur Perluas Pembiayaan UMKM

TERMINALNEWS.ID, TERNATE – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)...

PWI Kota Bogor Juara Mini Soccer Bupati Bogor Cup 2026, Tunjukkan Dominasi Sejak Laga Perdana

TERMINALNEWS.ID, BOGOR – Tim sepak bola Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota...

Herman Khaeron Dorong Sertifikasi Strategis Negara (BUMN) Wajib Melalui IDSurvey

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron mendorong...

Korsabhara Baharkam Polri Gelar Klarifikasi Risk Assessment di Sejumlah Hotel Berbintang Demi Tingkatkan Standar Keamanan Pariwisata Bali

TERMINALNEWS.ID, DENPASAR – Dalam rangka mendukung keberlangsungan industri kepariwisataan nasional serta...

- A word from our sponsors -

spot_img