BerandaBudayaTradisi Leluhur Karo, Umat...

Tradisi Leluhur Karo, Umat Hindu Pemena Laksanakan Ritual Erpangir Ku Lau

DELI SERDANG,TERMINALNEWS.ID— Ritual penyucian diri Erpangir Ku Lau kembali dilaksanakan oleh umat Hindu Pemena di kawasan sungai Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (13/3/2026).

Tradisi spiritual masyarakat Karo ini digelar di tepian aliran Sungai Sembahe dan diikuti tokoh adat, pemuka agama, serta umat Hindu Pemena dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Prosesi berlangsung khidmat dengan tetap mempertahankan tata cara adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Persatuan Hindu Pemena dengan dukungan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Bimbingan Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara serta Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Sumatera Utara.

Baca Juga :   Yudha Permana : Jakarta Sebagai Pusat Para Seniman dan Budayawan Dalam Mengekspresikan Karya

Ketua panitia kegiatan, Ari Riandi Surbakti, mengatakan bahwa Erpangir Ku Lau bukan sekadar ritual tradisional, tetapi juga sarana memperkuat identitas spiritual dan budaya masyarakat Karo.

“Ritual ini mengandung nilai spiritual yang sangat dalam. Selain sebagai bentuk penyucian diri, Erpangir Ku Lau juga menjadi pengingat bagi kita untuk selalu menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Dibata,” ujarnya.

Prosesi diawali dengan doa bersama atau Ersudip yang dipimpin oleh pemuka adat dan pemangku ritual. Setelah itu dilakukan pemberkatan air pangir, yaitu air yang dicampur dengan berbagai tumbuhan aromatik seperti jeruk dan daun-daunan serta bunga sebagai simbol kesucian dan keseimbangan alam.

Selanjutnya para peserta menjalani ritual penyucian diri dengan menggunakan air pangir di aliran sungai. Dalam kepercayaan umat Hindu Pemena, ritual ini diyakini mampu membersihkan diri dari unsur-unsur negatif sekaligus memohon keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan.

Baca Juga :   Festival Film Pendek Pelajar 2025: Ajang Apresiasi Karya Sinema Pelajar DKI Jakarta

Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kemenag Sumatera Utara, Elirosa Tarigan, yang hadir mewakili Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Utara, mengapresiasi pelaksanaan ritual tersebut.

Menurutnya, kegiatan seperti Erpangir Ku Lau merupakan bagian penting dari pelestarian kearifan lokal sekaligus memperkaya khazanah praktik keagamaan Hindu di Indonesia.

“Secara filosofis, ritual ini mengandung makna penyucian lahir dan batin. Air dipandang sebagai simbol kehidupan dan pemurnian, sedangkan pelaksanaannya di sungai mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dengan alam semesta,” ujarnya.

Ia menambahkan, ritual tersebut juga menjadi bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai spiritual kepada masyarakat Karo.

Melalui pelaksanaan Erpangir Ku Lau, masyarakat diharapkan mampu menjaga keseimbangan hidup, baik secara spiritual maupun sosial. Kehadiran generasi muda dalam ritual ini pun menjadi harapan agar tradisi leluhur tetap hidup dan terus diwariskan di masa mendatang.|Sumber Kemenag RI

Baca Juga :   Imlek Festival 2577 Jadi Wadah Diplomasi Kreatif dan Penggerak Ekonomi

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img