JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza menilai rapatnya pertahanan dan efektivitas permainan Arema FC menjadi faktor utama kekalahan timnya pada pekan ke-20 Super League 2025/2026.
Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (8/2/2026), Persija harus mengakui keunggulan Arema dengan skor 0-2.
Kekalahan tersebut terasa menyakitkan bagi Macan Kemayoran. Selain berlangsung di hadapan lebih dari 50 ribu pendukung, hasil ini juga menjadi kekalahan kandang pertama Persija sepanjang musim.
Padahal, Persija datang ke laga dengan modal dua kemenangan beruntun dan kepercayaan diri tinggi usai mendatangkan tujuh pemain anyar pada bursa transfer paruh musim.
Mauricio mengakui timnya kesulitan mengembangkan permainan, khususnya pada babak pertama. Menurut pelatih asal Brasil tersebut, Arema tampil disiplin dan sukses menutup ruang bagi pemain-pemain Persija.
“Babak pertama kami tidak mendapatkan kesempatan. Arema tidak memberi ruang kepada kami. Kami tahu untuk mendapatkan ruang itu harus melakukan sesuatu, tetapi keputusan-keputusan yang kami ambil tidak bisa dijalankan dengan baik,” ujar Mauricio seusai laga.
Sepanjang 45 menit pertama, Persija memang lebih banyak menguasai bola, namun kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Lini pertahanan Arema tampil solid dengan jarak antarpemain yang rapat, membuat aliran bola Persija kerap terhenti sebelum memasuki area berbahaya.
Memasuki babak kedua, Mauricio mencoba melakukan penyesuaian taktik. Ia menukar posisi Alaaeddine Ajaraie dan Maxwell Souza untuk mencari variasi serangan dan membuka ruang di pertahanan Arema. Perubahan tersebut sempat membuat permainan Persija lebih hidup.
“Alaaeddine dan Maxwell kami tukar posisi. Setelah itu permainan menjadi lebih baik dan kami bisa lebih mengontrol pertandingan,” kata Mauricio.
Meski demikian, dominasi tersebut tidak mampu dikonversi menjadi gol. Mauricio menilai Arema bermain sangat efektif dengan mengandalkan bola panjang dan serangan balik cepat, strategi yang akhirnya berbuah hasil di menit-menit akhir pertandingan.
“Arema bermain dengan bola panjang dan menunggu momen serangan balik. Kami mencoba terus menyerang untuk mencetak gol, tetapi justru mereka yang bisa memanfaatkan situasi,” ujarnya.
Ketika Persija semakin agresif menekan, Arema justru menemukan celah. Gabriel Silva menjadi pembeda bagi tim tamu dengan mencetak dua gol di fase akhir laga.
Gol pertama tercipta melalui serangan balik cepat yang gagal diantisipasi lini belakang Persija. Tak lama berselang, Gabriel kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk memastikan kemenangan Arema 2-0.
Kekalahan ini berdampak langsung pada posisi Persija di klasemen sementara. Dengan koleksi 41 poin, Persija tetap berada di peringkat ketiga dan gagal memangkas jarak dengan para pesaing di papan atas.
Macan Kemayoran kini tertinggal enam poin dari Persib Bandung di puncak klasemen yang mengoleksi 47 poin, serta terpaut lima poin dari Borneo FC Samarinda di posisi kedua dengan 46 poin.
Situasi Persija semakin menantang karena Persib dan Borneo sama-sama meraih kemenangan pada pekan yang sama. Persib Bandung menundukkan Malut United dengan skor 2-0, sementara Borneo FC Samarinda mengalahkan Bhayangkara Presisi Lampung 2-1.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Mauricio meminta timnya untuk segera bangkit dan menjadikan kekalahan ini sebagai bahan evaluasi. Ia menegaskan kompetisi masih panjang dan peluang Persija belum sepenuhnya tertutup.
“Kami harus belajar dari pertandingan ini. Masih banyak laga ke depan dan kami harus memperbaiki hal-hal yang kurang, terutama dalam mengambil keputusan di momen-momen penting,” tegas Mauricio.
Sikap serupa disampaikan bek kiri Persija, Dony Tri Pamungkas. Pemain muda tersebut menilai seluruh pemain telah bekerja keras, meski hasil akhir tidak sesuai harapan.
“Semua pemain sudah bekerja keras. Ini memang bukan hasil yang kami inginkan. Kami akan evaluasi dan fokus ke pertandingan selanjutnya,” ujar Dony.
Kekalahan dari Arema FC menjadi peringatan bagi Persija bahwa dominasi permainan saja tidak cukup tanpa efektivitas penyelesaian akhir.
Mauricio dan tim pelatih kini dituntut segera menemukan solusi agar Persija kembali ke jalur kemenangan dan tetap kompetitif dalam perburuan gelar Super League 2025/2026.

