BATAM, TERMINALNEWS.ID – Upaya menjaga kelestarian sumber daya laut kembali ditunjukkan TNI Angkatan Laut Kodaeral IV.
Bersama Bea dan Cukai Batam serta sejumlah instansi terkait, TNI AL ikut ambil bagian dalam kegiatan konferensi pers sekaligus pelepasliaran Benih Bening Lobster (BBL) hasil penindakan penyelundupan di wilayah perairan Batam, Kamis (5/2/2026).
Kehadiran TNI AL Kodaeral IV diwakili oleh Wakil Komandan Kodaeral IV, Laksma TNI Ketut Budiantara, S.E., M.Han., dalam agenda press release yang digelar di Dermaga Gek Moi, Jembatan 6 Barelang. Kegiatan ini juga dihadiri unsur intelijen Kodaeral IV serta perwakilan instansi penegak hukum lainnya.
Kepala Bea Cukai Batam, Agung Widodo, menjelaskan bahwa dari total 29 koli BBL jenis pasir dan mutiara yang berhasil ditegah, sebanyak 14 koli dilepasliarkan kembali ke perairan Koral. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai sesuai sebagai habitat alami lobster, sekaligus bagian dari upaya pemulihan ekosistem laut.

Pengungkapan kasus ini berawal dari temuan sebuah speedboat mencurigakan di perairan Pulau Cempah yang mengarah ke Pulau Buanja. Kapal tersebut kemudian ditemukan kandas tanpa awak di kawasan hutan bakau Pulau Lingga.
Petugas selanjutnya melakukan pemeriksaan, mengamankan barang bukti, dan membawa temuan tersebut untuk proses hukum lebih lanjut.
Pelepasliaran BBL dilakukan secara simbolis sebagai bentuk komitmen bersama antara TNI AL, Bea dan Cukai Batam, PSDKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Balai Karantina, serta unsur terkait lainnya dalam menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan.
Melalui kegiatan ini, TNI AL Kodaeral IV menegaskan peran aktifnya dalam mendukung penegakan hukum di laut, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor guna melindungi kekayaan hayati perairan Indonesia, khususnya di wilayah Batam dan sekitarnya.

