DILLI, TERMINALNEWS.ID – Bagi Abio Salsinha, usia 46 tahun bukan sekadar angka. Hari kelahirannya tahun ini menjadi rangkaian momen yang sulit dilupakan—dimulai dari rumah, lalu berlanjut hingga ke jantung kepemimpinan Timor Leste.
Tepat ketika jarum jam menunjuk pukul 00.00, suasana rumah Abio berubah hangat. Sang istri dan anak-anaknya yang terbangun di tengah malam datang membawa kue ulang tahun. Tanpa gemerlap pesta, kejutan sederhana itu justru meninggalkan kesan paling dalam.
“Jam 12 malam mereka bangun dan kasih kejutan. Itu momen keluarga yang sangat menyentuh bagi saya,” ujar Abio, mengenang detik-detik awal ulang tahunnya.
Kejutan belum berhenti di situ. Pada pagi harinya, Abio menjalani agenda kerja seperti biasa dengan menemui Perdana Menteri Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, di kediaman kerja. Pertemuan yang awalnya formal berubah menjadi penuh emosi ketika Xanana secara langsung memeluk Abio dan mengucapkan selamat ulang tahun.
Di momen itu, Perdana Menteri menyampaikan pesan yang bagi Abio terasa seperti nasihat hidup. Usia 46 tahun, menurut Xanana, adalah fase kedewasaan untuk berani bekerja, berani tampil, dan tetap setia mengabdi kepada masyarakat.
“Beliau bilang karier saya harus terus berjalan dan saya harus selalu dekat dengan masyarakat. Melayani dengan kerendahan hati,” tutur Abio.
Tak hanya memberi pesan, Xanana juga menyinggung karya musik Abio yang selama ini dekat dengan rakyat. Salah satu lagu berjudul “Koalia tok mai, o hili nia ka o hili hau?” disebut Abio sebagai karya yang sangat disukai sang Perdana Menteri. Percakapan pun mengalir ringan—dipenuhi tawa, cerita, dan humor—menunjukkan sisi akrab seorang pemimpin negara dengan seniman rakyat.
Dalam pertemuan itu, Xanana kembali menegaskan nilai yang ia pegang teguh: bekerja bukan demi uang, melainkan demi prestasi dan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kerja sesuatu jangan pikirkan duit, tapi pikirkan prestasi dan apa yang bisa diberikan untuk masyarakat,” pesan Xanana.
Bagi Abio, ucapan ulang tahun dari pemimpin tertinggi negara menjadi kehormatan yang tak ternilai. Ia melihat Xanana sebagai sosok pemimpin yang rendah hati, dekat dengan rakyat, penuh humor, dan tetap berjiwa muda meski akan menginjak usia 80 tahun pada Juni mendatang.
“Karakter Bapak ini yang saya ingin pelajari. Saya akan terus belajar supaya bisa menjadi orang yang baik di mata masyarakat,” kata Abio.
Memasuki usia 46 tahun, Abio Salsinha mengaku semakin mantap melangkah. Bukan hanya untuk terus berkarya sebagai musisi rakyat, tetapi juga untuk melayani masyarakat dengan nilai-nilai kemanusiaan, kesederhanaan, dan kerendahan hati—nilai yang ia pelajari langsung dari keluarga dan pemimpin negaranya di hari ulang tahun yang penuh makna.

