OHIO, TERMINALNEWS.ID – Stephen Curry dikenal sebagai salah satu pemain basket terbesar sepanjang masa yang merevolusi NBA lewat tembakan tiga poinnya.
Pebasket kelahiran Akron, Ohio ini menjadi ikon kejayaan Golden State Warriors dengan torehan empat gelar juara dalam delapan tahun.
Kini, di usia 37 tahun dan memasuki musim ke-17 di NBA, Curry masih tampil sebagai pemain elit. Warriors bahkan berhasil melangkah ke Semifinal Wilayah Barat sebelum sang bintang mengalami cedera saat menghadapi Minnesota Timberwolves.

Statistik Karier Stephen Curry (2009–sekarang)
-
Poin per gim: 24,5
-
Assist per gim: 6,0
-
Rebound per gim: 4,4
-
Steal per gim: 1,1
-
Block per gim: 0,4
-
Penghargaan: 2x MVP, 1x Finals MVP, 11x All-Star, 4x All-NBA First Team, 5x All-NBA Second Team, 2x All-NBA Third Team
- Gelar juara NBA: 4
Meski masih aktif bermain, Curry mulai memikirkan masa depannya setelah gantung sepatu. Dalam wawancara dengan program “Today”, ia mengungkap beberapa rencana yang cukup mengejutkan.
Tetap Terlibat di Dunia Basket
Curry menegaskan ingin tetap berkontribusi di dunia basket meski tidak lagi bermain. Ia membuka kemungkinan menjadi konsultan, pengembang keterampilan, atau peran lain yang bisa memberi dampak positif.

“Saya ingin tetap punya pengaruh di dunia basket, memberi kembali seperti halnya orang-orang yang sudah membantu saya. Entah itu pengembangan keterampilan atau konsultasi, saya belum tahu pasti, tapi saya akan tetap ada di sana,” ujarnya.
Melirik Dunia Politik
Yang lebih mengejutkan, Curry juga tidak menutup pintu untuk terjun ke dunia politik. Menurutnya, politik bisa menjadi jalan untuk menciptakan perubahan bermakna.
“Mungkin saya punya ketertarikan untuk menggunakan pengaruh saya demi kebaikan. Jika politik bisa menjadi jalan untuk membuat perubahan, kenapa tidak? Saya tidak bicara soal presiden, tapi jika itu jalannya, saya akan pertimbangkan,” kata Curry.
Aktivitas Sosial dan Politik
Dalam beberapa tahun terakhir, Curry memang semakin aktif di ranah sosial dan politik. Bersama sang istri, Ayesha, ia mendirikan Eat. Learn. Play. Foundation pada 2019 untuk menangani isu ketahanan pangan, literasi anak, dan peluang ekonomi bagi generasi muda di Bay Area.
Selain itu, Curry juga vokal dalam berbagai isu seperti ketidakadilan rasial, reformasi kesehatan, hingga kekerasan polisi.
Pada pemilu terakhir di AS, ia secara terbuka mendukung Joe Biden dan Kamala Harris, serta terlibat dalam kampanye When We All Vote untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya akses pemilu.
Mengikuti Jejak Atlet ke Politik?
Bukan hal baru jika atlet atau selebritas terjun ke politik di Amerika Serikat. Dari dunia NBA, nama Bill Bradley menjadi contoh nyata.
Mantan pemain New York Knicks itu sukses menjabat sebagai Senator Amerika Serikat dari New Jersey pada 1979–1997.
Ke depan, menarik untuk ditunggu arah langkah Curry setelah pensiun. Apakah ia akan fokus pada pengembangan basket, aktif di kegiatan sosial, atau benar-benar mencoba masuk ke dunia politik.
Yang pasti, dengan dedikasi dan etos kerja tinggi, Curry diyakini tetap akan memberi dampak besar di luar lapangan.


