LIVERPOOL, TERMINALNEWS.ID – Mantan bintang Liverpool, Real Madrid, dan Manchester United, Michael Owen, mengungkapkan hanya ada dua pemain sepak bola yang pernah membuatnya merasa inferior sepanjang kariernya. Hal itu diungkapkan Owen dalam sebuah obrolan di podcast milik Rio Ferdinand.
Sebagai pemenang Ballon d’Or 2001, Owen sebenarnya dikenal sebagai salah satu penyerang paling tajam di generasinya. Pada awal kariernya, ia mencatatkan prestasi gemilang dengan menjadi pencetak gol terbanyak Premier League musim 1997/98 di usia 18 tahun, menjadikannya pemain termuda yang pernah meraih Golden Boot. Ia bahkan mempertahankan gelar itu di musim berikutnya.
Selama membela Liverpool, Owen mencatat 158 gol dari 297 penampilan, menempatkannya di peringkat kesembilan dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub. Namun, meski punya catatan yang luar biasa, Owen mengaku ada momen ketika ia sadar tidak akan pernah menjadi yang terbaik di dunia.
Ronaldo Nazário

Nama pertama yang disebut Owen adalah Ronaldo Nazário, legenda asal Brasil yang dijuluki O Fenômeno. Dengan 371 gol dari 580 pertandingan sepanjang karier, dua gelar Ballon d’Or, dan dua trofi Piala Dunia, Ronaldo dianggap banyak pihak sebagai striker paling komplet dalam sejarah sepak bola.
“Ketika saya berusia 15 atau 16 tahun dan menonton R9, saya langsung berpikir ‘oh tidak’. Awalnya saya merasa bisa jadi yang terbaik di dunia, tapi setelah melihatnya, saya sadar hanya bisa jadi ‘pemain cadangan’ di bawah levelnya,” kata Owen.
Thierry Henry

Sosok kedua yang membuat Owen merasa minder adalah Thierry Henry. Striker asal Prancis itu datang ke Premier League bersama Arsenal pada 1999 dan langsung mengubah wajah sepak bola Inggris. Henry mencetak 175 gol dan 74 assist dalam 258 laga Premier League, memenangkan dua gelar liga termasuk musim legendaris “Invincibles”, empat Golden Boot, serta dua penghargaan PFA Player of the Year.
“Begitu Henry datang ke Premier League, saya langsung berpikir, ‘saya tidak akan pernah memenangkan Golden Boot lagi,’” ujar Owen.
Owen juga menyebut ia sangat menghormati striker-striker besar seperti Alan Shearer dan Ruud van Nistelrooy. Namun, berbeda dengan keduanya, ia merasa Henry memiliki kemampuan yang berada di luar jangkauannya.
“Kalau Shearer dan Van Nistelrooy, saya masih merasa mereka melakukan hal-hal yang juga bisa saya lakukan. Tapi Henry? Dia berbeda. Setiap minggunya selalu ada trik, pergerakan, dan gol yang membuatnya tampak tak terhentikan,” tutur Owen.

