JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Pembalap muda Indonesia, Avila Bahar, kembali akan unjuk gigi di kancah internasional.
Kali ini, Avila dipastikan tampil bersama Honda Malaysia Racing Team pada babak final Malaysia Touring Car Championship (MTCC) 2025, yang berlangsung akhir pekan ini di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia.
Dalam seri pamungkas tersebut, Avila akan berduet dengan pembalap tuan rumah, Putera Adam.
Keduanya ditargetkan mampu membawa tim Honda Malaysia Racing Team tampil kompetitif pada balapan dengan format endurance sejauh 300 kilometer atau 55 putaran.
Kejuaraan MTCC dikenal memiliki format unik yang mengadopsi sistem balap endurance dunia.
Jika pada seri reguler biasanya balapan digelar dua kali sepanjang akhir pekan dengan durasi 50 menit plus satu lap, maka khusus final round kali ini hanya ada satu balapan panjang sejauh 300 kilometer.
Format ini diyakini akan menjadi tantangan tersendiri, baik bagi pembalap maupun tim yang harus menyiapkan strategi matang sejak awal.
“Balapan final selalu berbeda. Format 300 kilometer menuntut konsistensi tinggi dari pembalap dan kekuatan penuh dari mobil. Tidak hanya soal kecepatan, tapi juga strategi pit stop dan manajemen ban,” ujar seorang pengamat balap asal Malaysia yang hadir di sesi latihan.
Avila datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatatkan fastest lap pada balapan bulan Juli lalu.
Catatan waktu impresif tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi dirinya dan tim dalam menghadapi putaran penentuan.
Menurut Avila, torehan tersebut membuktikan bahwa mobil Honda Civic yang digunakannya memiliki potensi besar untuk bersaing di papan atas.
Dengan persiapan teknis yang lebih matang, dirinya yakin bisa tampil kompetitif.
“Namanya balapan itu selalu ada faktor lucky. Saya berharap dengan kemampuan kami, persiapan mobil yang lebih baik, serta memori hasil fastest lap di balapan sebelumnya, semoga ada faktor luck yang mengikuti kami di final nanti,” tutur Avila dari Sepang, Kamis (4/9).
Avila yang didampingi sang ayah sekaligus legenda balap Indonesia, Alvin Bahar, sudah berada di Malaysia sejak Kamis untuk menjalani sesi latihan.
Mereka langsung menyesuaikan diri dengan kondisi lintasan, cuaca, serta karakter mobil yang digunakan.
Latihan tersebut dinilai penting untuk menjaga ritme balap, sekaligus memperkuat komunikasi antara Avila, Putera Adam, dan tim teknis.
Sinkronisasi ini menjadi faktor krusial dalam balapan endurance, di mana konsistensi setiap stint pembalap sangat menentukan hasil akhir.
“Kolaborasi Avila dan Putera Adam menjadi salah satu kombinasi menarik di final kali ini. Keduanya punya gaya balap berbeda, tetapi saling melengkapi. Jika mampu menjaga konsistensi, mereka berpeluang memberikan kejutan,” ujar salah satu kru Honda Malaysia Racing Team.
Avila mengaku antusias menantikan balapan akhir pekan ini. Target utama yang dipasang tidak lain adalah podium tertinggi bersama rekan setimnya.
Meski begitu, ia menyadari persaingan akan sangat ketat, mengingat final round biasanya menghadirkan tensi balapan lebih tinggi dibanding seri-seri sebelumnya.
“Setiap tim pasti mengerahkan segalanya di final. Kami juga sudah berusaha maksimal dalam persiapan. Semoga hasilnya bisa sesuai harapan, yaitu membawa pulang kemenangan,” tegas Avila.
Kehadiran Avila di MTCC juga mendapat perhatian dari komunitas otomotif dan motorsport Indonesia.
Sebagai salah satu pembalap muda potensial, kiprahnya di ajang internasional dinilai penting untuk membawa nama bangsa sekaligus membuka jalan bagi generasi penerus di dunia balap.
Alvin Bahar, yang turut mendampingi sang putra, menegaskan pentingnya pengalaman lintas negara dalam membentuk mental juara.
“Ajang seperti MTCC sangat berharga untuk Avila. Di sini dia belajar endurance, strategi, serta menghadapi tekanan balapan panjang. Ini akan sangat berguna untuk kariernya ke depan,” ujarnya.
Sirkuit Sepang yang dikenal memiliki trek panjang dengan kombinasi tikungan cepat dan lambat, ditambah cuaca Malaysia yang kerap berubah, diyakini menjadi ujian tambahan bagi seluruh peserta.
Faktor fisik dan stamina pembalap pun akan sangat menentukan. Namun, Avila menyatakan tetap optimistis.
“Kami sudah menyiapkan diri sebaik mungkin. Tinggal bagaimana kami mengeksekusi strategi di lintasan. Saya percaya dengan tim dan rekan setim saya. Mudah-mudahan kami bisa memberi hasil terbaik,” pungkasnya.
Final Malaysia Touring Car Championship (MTCC) 2025 akan menjadi salah satu balapan paling dinantikan di kawasan Asia Tenggara.
Dengan kombinasi semangat muda, dukungan tim yang solid, serta pengalaman sebelumnya, Avila Bahar dan Putera Adam dipastikan menjadi salah satu pasangan yang layak diperhitungkan.

