JAKARTA, TERMINALNEWS.ID, – Rayhan Abdul Latief absen di Kejurnas Golf Junior 2024 yang diselenggarakan di Padang Golf Jababeka Golf & Country Club, Cikarang pada 4 – 7 Januari 2024. Meski demikian persaingan antar pegolf dipastikan akan berlangsung ketat di Kejurnas Golf Junior kali ini.
Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) kembali menggelar Kejurnas Golf Junior diawal tahun 2024. PB PGI akan menerapkan aturan golf amatir di kejurnas kali ini seperti pada Kejurnas Golf Amatir yang digelar pada 8-11 Januari 2024 lalu.
Aturan dasar yng harus diikuti oleh 91 peserta dari 15 Pengprov PGI di seluruh Indonesia tersebut diantaranya adalah para pegolf tidak diperkenankan untuk membawa caddy golf, dan golf car. Para atlet golf yang tampil di Kelas A untuk usia 15-18 tahun, dan di Kelas B usia 13-14 tahun harus menyiapkan peralatan golfnya sendiri tanpa dibantu oleh caddy golf. Mereka juga tidak diijinkan untuk diantar dengan golf car saat bertanding di lapangan.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Bidang Kejuaraan dan Prestasi Adi Saksono saat dihubungi oleh Noo Faiton dari Terminalnews.co, Jum’at 2 Februari 2024. Menurut Adi Saksono, PB PGI mengembalikan aturan dasar yang dulu pernah dilakukan oleh para pegolf senior saat bertanding di Kejuaraan Nasional Junior di masa lalu.
“Penerapan aturan ini kembali dilakukan di kepengurusan sekarang. Sebetulnya aturan ini adalah aturan dasar, jaman dulu mereka melakukan itu sendiri, tapi setelah era modernisasi, dan kemajuan teknologi, mereka dimanjakan dengan bantuan caddy golf dan golf car,” kata Adi Saksono yang menjabat sebagai Ketua Bidang Kejuaraan dan Prestasi PB PGI.

Meski demikian, Adi Saksono memberikan pengecualian kepada para peserta Kejurnas Junior Kelas C. Mereka diijinkan untuk didampingi caddy golf yang menyiapkan perlengkapan golf serta membawa kebutuhan lainnya bagi para pegolf selama bertanding.
Hal ini karena usia para pegolf di Kelas C masih berkisar antara 10 hingga 12 tahun. Mereka masih terlalu kecil untuk membawa perlengkapan golf yang memiliki berat dan tinggi hampir setinggi badan mereka.
Apalagi tujuan dari penerapan aturan dasar bagi pegolf junior dan amatir ini adalah memberikan edukasi bagi anak anak usia dini yang tampil di Kelas C. Mereka diharapkan bisa melihat dan mengikuti apa yang dilakukan oleh para pegolf junior yang tampil di Kelas A dan Kelas B.
“Dengan melihat langsung apa yang harus dilakukan oleh kakak kakaknya yang lebih tua yaitu memanggul perlengkapan golfnya sendiri saat bertanding, diharapkan mereka akan mempersiapkan diri lebih baik lagi dimasa depan. Mereka harus menyiapkan fisik dan mental yang kuat untuk menjadi atlet golf nasional atau menjadi pegolf profesional,” tutur Adi Saksono.

Sementara tujuan yang ingin dicapai oleh PB PGI dengan penerapan aturan dasar ini kepada para peserta Kejurnas Junior adalah membuat para pegolf muda yang tampil di Kelas A dan Kelas B mulai mengerti dan menyadari pentingnya belajar profesionalitas sebagai atlet.
Menurut Adi Saksono, mereka harus paham dan mengerti apa yang harus dilakukan oleh seorang pemain golf jika ingin menjadi seorang atlet. Apalagi menjadi atlet nasional dan atlet golf profesional yang ingin menjadi juara di setiap even yang diikutinya.
“Rata rata lapangan golf di sini harus pakai caddie golf dan sewa golf car, jadi penggunaan fasilitas ini membuat anak anak dimanjakan. Tetapi dengan larangan tersebut bisa membuat mereka menjadi lebih tangguh. Saat ini di setiap kejuaraan nasional di Eropa dan Amerika, setiap atlet yang bermain harus jalan tanpa bantuan caddy golf. Mereka harus punya manajemen yang bagus agar tidak ada barangnya yang ketinggalan,” tambah Adi Saksono.
Berbagai turnamen dan Kejuaraan golf yang digelar di tanah air tujuannya adalah membuat para pemain golf menjadi lebih ahli dan bisa mengembangkan skill golfnya. dari level pemain golf, mereka bisa meningkatkan prestasinya menjadi atlet golf. Dan pada akhirnya mereka akan membuat golf sebagai tujuan hidupnya yaitu menjadi pegolf profesional yang mampu bersing di level dunia.
“Kejuaraan nasional itu tujuannya berkaitan dengan yang namanya skill golf untuk membuka pintu bagi player golf agar bisa menjadi seorang atlet. Ketika dia sudah menjadi atlet golf dan bisa menjadi juara maka dia harus punya manajemen yang bagus dalam mengatur semua kebutuhannya sendiri, baik dalam masa persiapan sebelum bertanding hingga saat bertanding agar bisa selalu memenangkan pertandingan dan merebut juara,” ujar Adi Saksono.

Rayhan Abdul Latief Absen di Kejurnas Junior 2024
Namun Kejuaraan Nasional Junior awal tahun ini tidak diikuti oleh salah satu pegolf andalan Sumatera Utara Rayhan Abdul Latief. Reyhan yang terakhir sukses merebut juara di Pondok Indah International Junior Golf Championship yang diselenggarakan di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, Kamis (14/12), absen karena masih dalam suasana berkabung setelah ayahnya Hasanuddin Abdul Latief meninggal dunia pada Senin (8/1/2024).
Ayah pegolf amatir junior Rayhan Abdul Latief meninggal dunia di usia 71 tahun karena sakit. Sejak meninggalnya sang ayah, Rayhan absen dari kegiatan golf karena masih dalam suasana duka.
“Rayhan masih dalam suasana duka karena meninggalnya sang ayahanda, Rayhan masih berkabung bersama keluarga untuk mengikuti acara 7 hari, 40 hari mendo’akan ayahnya. Karena masih berduka maka tidak bisa kita paksakan meskipun kita berharap dia bisa ikut kejurnas,” tutur Adi Saksono.
Dengan absennya Rayhan Abdul Latif kini persaingan perebutan juara di Kejurnas Junior khususnya di kelas A dan overall semakin terbuka lebar. Pasalnya permainan pegolf tim nasional Indonesia ini sulit diimbangi oleh peserta lainnya.

Rayhan mampu mencatat total pukulan 208 atau 8 di bawah par, saat merebut juara sekaligus menjadi Best Gross Overall Turnamen Pondok Indah International Junior Golf Championship yang diselenggarakan di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, Kamis 14 Desember 2023.
“Semua punya peluang dengan absennya Rayhan, bukan hanya Jordan dan Kenenth saja, Asrafa saat ini juga lagi bagus bagusnya, kita tidak bisa memastikan siapa yang akan menjadi juara kali ini, tapi intinya semua pegolf harus sudah siap bertanding jika ingin merebut juara,” kata Adi Saksono.
Kejurnas Golf Junior 2024 akan digelar mulai 4-7 Februari 2024 di Jababeka Golf & Country Club, Cikarang, Jawa Barat. Minat para pegolf muda untuk mengikuti Kejurnas Golf Junior 2024 cukup besar. Tercatat ada 120 peserta yang mendaftarkan diri untuk tampil di Kejurnas Junior kali ini.
Namun sesuai ketentuan PB PGI hanya meloloskan 91 pegolf dari 15 propensi di seluruh Indonesia yang terdiri dari 53 Putra dan 38 Putri. Mereka dinyatakan lolos seleksi awal pendaftaran peserta berdasarkan persyaratan cut off handicap.

Pada Kejurnas Junior kali ini PB PGI menerapkan batas cut off index kejurnas yaitu 7.3 untuk Putra Kelas A, 8.3 untuk Putri Kelas A, Sementara untuk kelas B masing masing memakai index 9.8 untuk Putra Kelas B, dan 13.9 untuk Putri Kelas B. Sedangkan untuk kategori pegolf muda usia di kelas C index Cut Off yang diterapkan yaitu 12.1 untuk Putra Kelas C, dan 18.2 untuk Putri Kelas C.
“Kejurnas Junior menerapkan index cut off sejak pendaftaran untuk meningkatkan kualitas peserta selain membatasi jumlah pegolf yang akan bertanding di 18 hole. Dengan demikian PB PGI sudah memilih 91 pegolf yang terdiri dari 53 putra dan 38 putri,” kata Ketua Sub Bidang Junior PB PGI Andri Armansjah.
Kejurnas Junior 2024 diikuti oleh dua pegolf dari propensi paling timur Indonesia yaitu Propensi Papua. Kedua pegolf muda Papua yang dinyatakan lolos cut off index handicap tebut adalah Ruth Kapisa dan Awin Amelia.


