JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dua petenis muda Indonesia, Priska Madelyn Nugroho dan Janice Tjen, yang berhasil meraih gelar juara di ajang internasional dalam waktu bersamaan.
Dalam turnamen yang digelar pada pekan keempat Mei 2025, keduanya tampil sebagai kampiun di dua negara berbeda, mempertegas dominasi generasi baru tenis Indonesia di kancah internasional.
Priska Madelyn Nugroho (21 tahun) menorehkan kemenangan gemilang di ajang ITF W15 Maanshan 2025 yang berlangsung di China.
Ia berhasil merebut gelar juara tunggal setelah mengalahkan lawan-lawannya secara konsisten sepanjang turnamen.

Kemenangan ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam rangkaian kebangkitannya sebagai petenis tunggal putri andalan Merah Putih.
Sementara itu, Janice Tjen (23 tahun) juga mencatatkan prestasi luar biasa dengan menjuarai ITF W35 Andong 2025 di Korea Selatan.
Gelar ini menandai salah satu capaian tertinggi dalam karier profesional Janice di turnamen tingkat ITF Women’s World Tennis Tour, yang berlevel lebih tinggi dibandingkan turnamen yang diikuti Priska.
Kedua gelar ini diraih pada hari yang sama, Minggu, 25 Mei 2025, dan menjadi kado manis bagi dunia tenis Indonesia, khususnya sektor putri, yang semakin menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Di turnamen ITF W15 Maanshan, Priska tampil dominan sejak babak awal. Petenis kelahiran 29 Mei 2003 itu menunjukkan peningkatan signifikan dalam permainan baseline serta penguasaan mental saat menghadapi tekanan.
Priska melaju ke final dengan menyingkirkan sejumlah petenis unggulan dan akhirnya menyabet gelar juara setelah mengalahkan lawannya di partai puncak dalam dua set langsung.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Priska untuk terus naik peringkat di daftar WTA serta meningkatkan kepercayaan dirinya dalam mengikuti turnamen-turnamen level lebih tinggi ke depan.
Sementara itu, Janice Tjen membuktikan kualitasnya di level lebih tinggi dalam turnamen ITF W35 Andong.
Di ajang yang diikuti oleh petenis-petenis berperingkat lebih tinggi ini, Janice tampil konsisten sejak babak awal dan menunjukkan mental juara sepanjang pertandingan.
Janice, yang juga sempat memperkuat tim nasional di berbagai ajang internasional termasuk SEA Games dan Fed Cup, menuntaskan laga final dengan kemenangan meyakinkan.
Gelar ini sekaligus menjadi penanda bahwa Janice kini layak diperhitungkan di kancah tenis internasional, terutama di kategori profesional senior.
Keberhasilan Priska dan Janice dalam dua turnamen berbeda menandakan bangkitnya tenis putri Indonesia setelah sekian lama menanti regenerasi.
Keduanya merupakan hasil pembinaan jangka panjang dan konsistensi dalam mengikuti berbagai turnamen internasional.
Mereka juga sering kali menjadi tulang punggung tim nasional dalam ajang-ajang beregu, termasuk SEA Games dan Billie Jean King Cup (dulu Fed Cup).
Prestasi individu seperti ini memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional dan membuka peluang lebih besar untuk tampil di turnamen Grand Slam level kualifikasi atau bahkan utama.
Keberhasilan Priska dan Janice mendapat sambutan hangat dari komunitas tenis nasional. Ketua Umum PP Pelti, sejumlah mantan petenis nasional, serta penggemar tenis memberikan ucapan selamat dan dorongan agar kedua atlet ini terus menjaga performa mereka.
“Dua gelar dari dua petenis berbeda dalam pekan yang sama adalah momentum besar. Ini menunjukkan kualitas pembinaan dan tekad atlet-atlet kita,” ujar seorang pengamat tenis nasional.
Prestasi ini juga diharapkan dapat memicu peningkatan perhatian publik serta dukungan dari pihak sponsor dan pemerintah agar pembinaan atlet tenis nasional, khususnya sektor putri, bisa semakin berkembang.
Dengan keberhasilan ini, Priska dan Janice membuka peluang untuk mengikuti lebih banyak turnamen ITF level menengah hingga tinggi, serta mengincar babak kualifikasi WTA Tour.
Target jangka menengah adalah menembus peringkat 300 besar dunia, sebagai batu loncatan menuju arena Grand Slam.
Jika konsistensi ini terus dijaga, tak menutup kemungkinan Indonesia kembali memiliki wakil di ajang-ajang besar seperti Australian Open, Wimbledon, atau US Open, sebagaimana yang pernah diraih oleh para legenda tenis Indonesia di masa lalu.
Untuk sementara, kemenangan ganda ini menjadi bukti bahwa tenis putri Indonesia sedang dalam jalur kebangkitan.
Priska Nugroho dan Janice Tjen kini menjadi simbol harapan baru bagi olahraga raket Tanah Air.

