Raga Negeri Asah Bakat Muda di Krukut, Menuju Sukses di Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025 (foto-foto: aba mardjani)
DEPOK, TERMINALNEWS.ID – Lapangan sepak bola Pordek yang terletak di Kawasan Krukut, Kampung Utan, Depok menjadi saksi semangat para pemain muda klub Raga Negeri dalam mengasah kemampuan mereka.
Sore itu, puluhan pemain usia 15 hingga 17 tahun tampak serius mengikuti sesi latihan di bawah arahan pelatih masing-masing, termasuk coach Yusron Yazid yang memimpin kelompok usia 17 tahun.
“Latihan rutin kami adakan setiap Senin, Rabu, dan Jumat mulai pukul 16.00 WIB. Kadang kami mulai lebih lambat karena menunggu pemain dari berbagai daerah seperti Sawangan, Pamulang, dan Depok,” ujar coach Yusron.
Sementara latihan berlangsung, salah satu pengurus manajemen Raga Negeri, I Nyoman Krisna Mulyawan, menjelaskan bahwa klub ini sedang berpartisipasi di ajang Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025 yang digelar di Pancoran Soccer Field, Jakarta Selatan.
Raga Negeri Puncaki Klasemen Sementara Liga Jakarta U-17
Raga Negeri menunjukkan performa impresif dengan memuncaki klasemen sementara hingga Match Day ke-5.

Tim ini mengoleksi 13 poin hasil dari 4 kemenangan dan 1 hasil imbang, mencetak 13 gol dan hanya kebobolan 4 gol.
Pesaing terdekat mereka, PSF FA, juga belum terkalahkan dengan catatan serupa namun kalah selisih gol (12-4). Persaingan dipastikan akan terus memanas hingga kompetisi berakhir pada Oktober 2025.
Profil Klub Sepak Bola Raga Negeri
Raga Negeri berdiri pada 26 Januari 2020 atas inisiatif pengusaha pencinta sepak bola, Rafiudinsyah.
Klub ini kini menaungi 170 hingga 200 pemain usia muda, mulai dari kelompok usia 4 tahun hingga tim senior yang berlaga di Liga 4 Asprov PSSI Banten. Klub ini juga aktif membina pemain perempuan.
Dengan jumlah pemain yang besar, Raga Negeri memiliki sejumlah lokasi latihan, di antaranya di Simprug (Jakarta Selatan), ISCI Ciputat, dan Krukut (Kampung Utan, Depok).

Untuk menunjang pembinaan, klub ini diperkuat oleh sekitar 15 pelatih dan total 21 staf termasuk manajemen.
“Pembinaan kami menyeluruh, bukan hanya soal teknik sepak bola, tapi juga pembentukan karakter pemain,” ungkap Nyoman.
Di tengah senja yang perlahan berubah menjadi malam, latihan ditutup dan para pemain bersiap kembali ke rumah masing-masing.
Namun semangat mereka tetap menyala, membara bersama mimpi besar membawa Raga Negeri melangkah lebih jauh di dunia sepak bola Indonesia.

