JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepak Bola Piala Bergilir Ketua Umum KONI Pusat ke-6 Tahun 2025 di Stadion Untung Suntoro, Markas Batalyon 14 Grup 1 Kopassus, Kemang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/5/2025).
Dalam sambutannya, Marciano menyampaikan kebanggaannya atas pelaksanaan turnamen yang mempertandingkan empat kategori usia, yakni Kelompok Umur (KU) 10, KU-12, KU-14, dan KU-16.
Keempat kategori tersebut diikuti oleh total 112 tim dari berbagai daerah di Indonesia.
“Pagi ini saya dengan bangga membuka Kejurnas Piala Ketua Umum KONI Pusat edisi ke-6. Turnamen ini mempertandingkan empat kategori usia yang masing-masing diikuti 28 tim dari berbagai provinsi,” ujar Marciano kepada awak media usai pembukaan, Sabtu (10/5/2025).
Marciano juga menyampaikan apresiasi kepada Danjen Kopassus atas kesediaan Batalyon 14 menjadi tuan rumah turnamen.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara KONI Pusat, TNI, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam mendukung pengembangan atlet usia dini.
“Ajang ini adalah langkah penting dalam menyaring bibit pesepak bola masa depan Indonesia. Saya mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang telah menyelenggarakan Kejurnas ini hingga tahun ke-6. Saya berharap tahun-tahun mendatang penyelenggaraannya semakin baik, termasuk dari sisi kualitas pemain yang terjaring,” ungkapnya.
Turnamen ini dilaksanakan selama 12 hari, mulai 10 hingga 21 Mei 2025, dengan dua venue utama: Stadion Untung Suropati Batalyon 14 Kopassus dan Stadion Elang Bondol Lanud Atang Sendjaja.
Adapun total peserta yang terlibat, termasuk pemain, pelatih, dan ofisial, mencapai sekitar 2.856 orang.
Ketua Pelaksana Kejurnas, Taufik Panji Alam, menjelaskan bahwa sebagian besar tim yang tampil di putaran nasional merupakan hasil seleksi dari babak kualifikasi regional.
Pemenang dari masing-masing wilayah kemudian mewakili daerahnya dalam babak utama ini.
“Kami membagi pelaksanaan pertandingan secara bertahap, dimulai dari KU-10 hingga KU-16. Kami juga melakukan verifikasi ketat terhadap data pemain guna mencegah pelanggaran usia,” ujar Taufik.
Empat kategori yang dipertandingkan dibagi berdasarkan tahun kelahiran, yaitu:
KU-10: Kelahiran 2015–2016
KU-12: Kelahiran 2013–2014
KU-14: Kelahiran 2011–2012
KU-16: Kelahiran 2009–2010
Taufik juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan turnamen, termasuk dukungan media yang aktif memberitakan jalannya pertandingan.
“Kami mengapresiasi dukungan luar biasa dari Batalyon 14 Grup 1 Kopassus, Lanud Atang Sendjaja, Kemenpora RI, PT Kilang Pertamina Internasional, BPJS Ketenagakerjaan, Jasamarga, International Financial Group, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan BPJS Kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI, Dr. Drs. Yohan, M.Si, menyampaikan dukungannya terhadap pembinaan atlet usia dini melalui turnamen ini.
Ia menilai Kejurnas bukan sekadar arena kompetisi, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter.
“Pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Turnamen ini bukan hanya soal menang atau kalah, melainkan bagaimana kita membangun kedisiplinan, karakter, dan semangat kebersamaan antarpemain dari berbagai daerah,” tutur Yohan.
Dalam acara pembukaan, turut hadir sejumlah tokoh dan pejabat, antara lain Asisten Teritorial Kopassus Letkol Inf Dhanang Agus Setiawan, Perwakilan Danlanud ATS Letkol Tek Ida Bagus Putu Purwa D.M., Danyon 14 Grup 1 Kopassus Mayor Inf Gerry Heikal Cholid, Ketua KONI Kabupaten Bogor Yani Hasan, serta Ketua Yasarini Lanud Atang Sendjaja Cornelia Picaulima.
Kejurnas Piala KONI ke-6 tahun ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga simbol nyata komitmen bersama lintas lembaga dalam membangun masa depan sepak bola Indonesia sejak usia dini.
Turnamen ini diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta baru yang akan memperkuat tim nasional di masa depan.

