JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Menjelang perhelatan Jakarta E-Prix 2025, panitia penyelenggara resmi meluncurkan Jakarta ePrix Grand Audition (JeGA) Cheerleaders sebagai bagian dari rangkaian pre-event balapan mobil listrik internasional tersebut. Ajang ini dirancang sebagai kompetisi cheerleader nasional yang menggabungkan semangat kecepatan, ekspresi budaya, dan kebersamaan komunitas.
JeGA Cheerleaders akan menyeleksi tim-tim terbaik dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, komunitas independen, hingga grup tari profesional dari seluruh Indonesia. Nantinya, enam tim terbaik akan terpilih sebagai official cheer team Jakarta E-Prix 2025 dan berkesempatan tampil langsung di Jakarta International e-Prix Circuit Ancol pada 21 Juni 2025.
Penampilan keenam tim pemenang akan disiarkan secara global oleh lebih dari 40 mitra penyiaran internasional, menjangkau lebih dari 192 wilayah dalam lebih dari 25 bahasa. Tak hanya tampil di hadapan ribuan penonton di lokasi, para pemenang juga akan mendapatkan total hadiah senilai Rp200 juta.
Direktur Proyek Jakarta E-Prix 2025, Deni Rifky Purwana, mengatakan bahwa peluncuran JeGA merupakan langkah strategis untuk memperluas dampak Formula E ke ranah budaya dan komunitas.
“JeGA adalah bentuk perluasan semangat Formula E ke dalam ranah kebudayaan dan komunitas. Kami ingin Jakarta E-Prix 2025 menjadi peristiwa yang merayakan lebih dari sekadar balapan,” ujar Deni dalam peluncuran resmi JeGA, awal Mei lalu.
Menurut Deni, JeGA mengusung semangat sportainment—gabungan antara olahraga dan hiburan—yang mengajak generasi muda untuk berpartisipasi aktif dan mengekspresikan diri. Ia menambahkan bahwa ajang ini merupakan panggung inklusif yang menampilkan kreativitas, energi positif, serta kebanggaan terhadap Jakarta sebagai kota global.
“Lewat JeGA, ajang balap ini benar-benar meluas dari sirkuit ke komunitas, dari kecepatan ke kebersamaan, dari teknologi ke ekspresi budaya. Kami ingin semua lapisan masyarakat merasakan bahwa Jakarta E-Prix bukan hanya balapan mobil listrik, tapi juga ajang kolaborasi, ekspresi, dan semangat masa depan,” tuturnya.
Pelaksanaan JeGA terbagi dalam tiga tahap utama. Audisi digital berlangsung pada 1–31 Mei 2025, di mana peserta mendaftarkan tim mereka melalui media sosial dan mendapatkan dukungan dari publik dalam bentuk voting daring. Pada 1–7 Juni 2025, panitia akan mengumumkan 22 tim terbaik yang lolos ke babak final.
Puncak acara akan digelar pada 8 Juni 2025 melalui Grand Final Showdown yang berlangsung di ruang terbuka Taman Martha Tiahahu, Jakarta. Pada fase ini, 22 tim finalis akan menampilkan koreografi yang memadukan unsur budaya, semangat sportainment, dan kekompakan tim di hadapan dewan juri serta penonton langsung.
Juri profesional yang akan menilai termasuk koreografer ternama Ari Tulang. Penilaian akan mengacu pada lima kriteria utama, yaitu: energi dan eksekusi, sinkronisasi dan kreativitas, penampilan panggung, kostum dan identitas tim, serta respons penonton. Bonus poin akan diberikan kepada tim yang berhasil membangun interaksi kuat dengan audiens.
Ajang ini merupakan hasil kolaborasi antara penyelenggara Jakarta E-Prix, komunitas kreatif, media massa, serta para influencer nasional. Melalui JeGA, penyelenggara berharap dapat membangun ruang ekspresi yang positif bagi generasi muda Indonesia, sekaligus menyampaikan pesan keberlanjutan yang menjadi semangat utama Formula E.
“JeGA bukan hanya kompetisi hiburan, tapi juga bentuk perayaan semangat generasi muda di luar lintasan balap, di tengah komunitas, dan di ranah digital,” ujar Deni.
Panitia mengajak masyarakat untuk mendukung langsung tim cheerleader favorit mereka di Grand Final. Tiket presale Jakarta E-Prix 2025 masih tersedia hingga 10 Mei 2025 dengan potongan harga hingga 40 persen. Tiket dan informasi lengkap dapat diakses melalui situs resmi jakartaeprixofficial.com.
Sementara itu, perkembangan JeGA Cheerleaders dan aktivitas tim peserta dapat dipantau melalui akun Instagram resmi @jegacheerleaders.

