LONDON, TERMINALNEWS.ID – Legenda sepak bola Thierry Henry melontarkan kritik tajam terhadap perubahan aturan di Liga Champions usai laga dramatis antara Barcelona dan Inter Milan yang berakhir imbang 3-3 di Estadi Olímpic Lluís Companys, Rabu (30/4/2025) malam waktu setempat.
Laga leg pertama semifinal tersebut berjalan menegangkan. Inter Milan yang diasuh Simone Inzaghi tampil impresif sejak awal dengan unggul dua gol cepat.
Meskipun Barcelona sempat bangkit dan menyamakan skor, gol kedua Denzel Dumfries di akhir pertandingan sempat membuka peluang kemenangan bagi tim tamu.
Namun, mereka harus puas pulang dari Catalunya dengan hasil imbang.

Momen penentu terjadi akibat ketidakberuntungan, ketika tendangan keras Raphinha dari luar kotak penalti membentur mistar, mengenai punggung kiper Yann Sommer, dan berujung menjadi gol bunuh diri.
Gol tersebut membuat skor kembali imbang, menyisakan 25 menit terakhir yang penuh tensi tinggi.
Dengan hasil tersebut, peluang kedua tim tetap terbuka jelang leg kedua yang akan digelar pekan depan di San Siro. Namun, Thierry Henry menyoroti satu hal: tidak adanya lagi aturan gol tandang, yang menurutnya sangat merugikan Inter Milan.
“Pertandingan semalam jadi bukti kenapa aturan gol tandang seharusnya tidak dihapus,” ujar Henry dalam wawancara bersama CBS Sports. Ia menilai bahwa Inter layak mendapatkan keuntungan lebih karena berhasil mencetak tiga gol di kandang lawan.
Aturan gol tandang resmi dihapus pada tahun 2021. Sebelumnya, jika agregat skor imbang setelah dua leg, tim dengan jumlah gol tandang lebih banyak berhak lolos ke babak selanjutnya.
Dalam konteks laga ini, Inter akan memiliki keunggulan jika aturan tersebut masih berlaku.

Sementara itu, Barcelona bisa bernapas lega karena tidak menelan kekalahan di kandang.
Namun, mereka tetap menghadapi tantangan besar di leg kedua, apalagi Henry juga mengakui bahwa performa Inter sangat mengejutkan dan penuh intensitas.
Jika mampu mempertahankan performa tersebut, Inter Milan berpeluang lolos ke final Liga Champions kedua mereka dalam tiga musim terakhir, setelah sebelumnya kalah tipis 0-1 dari Manchester City di final 2023.
Pemenang laga ini akan menghadapi Paris Saint-Germain atau Arsenal di partai final.
PSG sendiri kini unggul agregat 1-0 setelah menang di leg pertama di Emirates Stadium.


