JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi menunjuk mantan pebulutangkis nasional, Ihsan Maulana Mustafa, sebagai asisten pelatih sektor tunggal putra pratama di Pelatnas Cipayung.
Penunjukan ini menjadi bagian dari langkah penyegaran di tim kepelatihan yang dilakukan induk organisasi bulu tangkis Indonesia tersebut.
“Ihsan adalah mantan pemain tunggal putra nasional yang juga sudah memiliki pengalaman sebagai pelatih. Selain itu, kami membutuhkan asisten pelatih yang bisa aktif mendampingi atlet langsung di lapangan,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, dalam keterangan resminya, Selasa (8/4/2025).
Ihsan dikenal sebagai pemain tunggal putra Indonesia yang aktif di era 2010-an. Setelah pensiun dari dunia profesional, ia melanjutkan kiprah di dunia kepelatihan hingga akhirnya dipercaya mengisi posisi penting dalam pembinaan atlet muda PBSI.
Selain penunjukan Ihsan, PP PBSI juga melakukan sejumlah rotasi di struktur kepelatihan, termasuk mengganti kepala pelatih sektor tunggal putra utama.
Mulyo Handoyo yang sebelumnya menjabat, kini digantikan oleh Indra Wijaya.
Eng Hian menjelaskan bahwa rotasi ini mempertimbangkan kondisi kesehatan Mulyo Handoyo yang tidak memungkinkan untuk sering bepergian mengikuti turnamen dalam waktu dekat.
“Dokter menyarankan agar Pak Mulyo mengurangi perjalanan jauh. Karena itu, kami menempatkan beliau untuk lebih fokus pada peran sebagai kepala pelatih dari Cipayung, bukan turun langsung ke turnamen,” kata Eng Hian.
Rotasi juga terjadi di sektor pratama, baik tunggal putra maupun putri. PP PBSI menunjuk Wiempie Mahardi sebagai kepala pelatih tunggal putra pratama menggantikan posisi sebelumnya.
Sementara itu, Herli Djaenudin dipercaya mengisi posisi kepala pelatih tunggal putri pratama.
“Melihat kebutuhan tim dan dinamika pembinaan, kami memutuskan untuk merotasi posisi. Coach Herli kini memimpin sektor tunggal putri pratama, sementara coach Wimpie memegang sektor tunggal putra pratama. Kami yakin rotasi ini bisa memberikan dampak positif pada prestasi atlet-atlet muda,” ungkap Eng Hian.
Eng Hian menegaskan bahwa langkah rotasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PBSI dalam membangun sistem pembinaan yang lebih efektif dan adaptif.
Ia berharap jajaran pelatih baru bisa menyusun program latihan yang lebih maksimal dan sesuai kebutuhan para atlet.
“Dengan kualitas pelatih yang ada saat ini, kami optimistis pembinaan di sektor tunggal putra dan putri akan semakin berkembang. Tujuan utama kami adalah mencetak lebih banyak pemain berprestasi dari level pratama,” tutupnya.
Perubahan struktur kepelatihan ini diharapkan bisa memberikan angin segar bagi regenerasi atlet nasional, sekaligus memperkuat pondasi bulu tangkis Indonesia di masa mendatang.


