LONDON, TERMINALNEWS.ID – Thomas Tuchel mendapat kritik dari para penggemar setelah dianggap memperlakukan Morgan Gibbs-White secara tidak adil dalam pemanggilan pemain untuk Timnas Inggris.
Thomas Tuchel menutup kamp pelatihan pertamanya bersama Inggris dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Latvia. Hasil ini menyusul kemenangan 2-0 mereka melawan Albania dalam laga kualifikasi Piala Dunia di Stadion Wembley.
Dalam pertandingan tersebut, Reece James mencetak gol lewat tendangan bebas spektakuler, sementara Harry Kane dan Eberechi Eze turut mencatatkan nama di papan skor.
Pelatih asal Jerman itu melakukan empat perubahan dari laga melawan Albania dengan memasukkan James, Marc Guehi, Jarrod Bowen, dan Morgan Rogers sebagai starter, menggantikan Kyle Walker, Dan Burn, Curtis Jones, dan Phil Foden.

Sementara itu, Jordan Henderson yang mendapat panggilan mengejutkan ke skuad Inggris tampil di kedua laga, sedangkan Eze mendapatkan kesempatan bermain saat melawan Latvia.
Namun, keputusan Tuchel untuk tidak memainkan Morgan Gibbs-White melawan Latvia menuai kekecewaan di kalangan suporter.
Awalnya, gelandang Nottingham Forest ini tidak masuk dalam daftar pertama yang dipilih Tuchel. Namun, setelah Cole Palmer dari Chelsea mundur, Gibbs-White akhirnya dipanggil. Sayangnya, dia kembali dicoret dari skuad untuk laga melawan Albania sebelum akhirnya dipanggil lagi untuk pertandingan melawan Latvia. Meskipun demikian, pemain berusia 25 tahun itu tidak mendapatkan kesempatan bermain dan gagal menambah caps ketiganya di Timnas Inggris.
Keputusan Tuchel ini memicu kemarahan para penggemar di media sosial. Seorang pengguna X (sebelumnya Twitter) menulis: “Adakah pemain yang lebih diperlakukan buruk oleh Tuchel minggu ini selain Morgan Gibbs-White? Dari perspektif #NFFC, bagus dia kembali tanpa cedera, tapi sangat aneh bahwa salah satu pemain terbaik Premier League saat ini tidak mendapatkan satu menit pun di lapangan.”
Pengguna lain mengecam: “Apakah Morgan Gibbs-White hanya dipanggil untuk melakukan trik kartu? Pemanggilan yang benar-benar tidak berguna, pasti dia sangat marah. Ini sungguh tidak menghormati pemain. #England.”
Gibbs-White sendiri mengaku kecewa setelah tidak masuk dalam daftar awal pilihan Tuchel.

“Saya sedih, sedikit kecewa, tetapi di saat yang sama, saya juga memahami kualitas pemain yang dimiliki Inggris,” katanya kepada BBC Radio 5 Live.
“Saya mempertimbangkan itu, tetapi ketika dia memberi tahu saya, saya menghormati keputusannya. Saya berkata kepadanya, ‘Saya pikir saya sudah cukup layak mendapatkan panggilan ini mengingat performa klub kami, tetapi Anda adalah manajernya, Anda yang membuat keputusan, dan saya akan menghormati itu.'”
Keputusan Tuchel ini kini menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola Inggris, yang menilai Gibbs-White seharusnya mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di lapangan.

