JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Kekecewaan mendalam dirasakan sekelompok suporter fanatik Timnas Indonesia asal Cilacap yang gagal berangkat ke Sydney, Australia, untuk mendukung langsung skuad Garuda saat menghadapi Australia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Penyebabnya, visa yang mereka ajukan ke Kedutaan Besar Australia di Jakarta tak kunjung diterbitkan tanpa alasan yang jelas.
Salah satu perwakilan rombongan, Sunaryo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan visa sejak 25 Februari 2025 dengan jenis visa Subclass 600 atau visa kunjungan. Seluruh biaya pengurusan visa juga telah dibayarkan bersamaan dengan pengajuan. Namun hingga H-1 keberangkatan, tidak ada kejelasan dari pihak kedutaan.
“Tidak ada konfirmasi apa pun sampai saat ini dari Kedutaan Australia. Kami sudah membayar penuh sejak pengajuan, tapi visa kami masih ditahan tanpa alasan,” ujar Sunaryo saat dihubungi di Jakarta, Rabu (19/3/2025).
Rombongan berjumlah enam orang itu bahkan sudah standby di Jakarta sejak Sabtu (15/3), berharap ada kepastian soal visa. Namun hingga kini hanya satu dari enam orang yang mendapatkan visa pada 13 Maret lalu. Sisanya terkatung-katung tanpa penjelasan resmi dari pihak kedutaan.
Sunaryo menegaskan, sebagai suporter setia Timnas Indonesia, dirinya sangat kecewa dengan perlakuan tersebut. Terlebih, mereka sudah merencanakan perjalanan jauh-jauh hari demi bisa memberikan dukungan langsung kepada skuad Garuda di laga penting melawan Australia.
“Kami sangat kecewa karena tidak ada penjelasan dan dibiarkan menunggu sampai event sudah di depan mata. Kami sudah berada di Jakarta sejak hari Sabtu, meninggalkan pekerjaan dan keluarga, tapi akhirnya terkatung-katung,” tegasnya.
Sementara itu, Adji salah satu suporter yang juga menunggu kepastian visa mengatakan kalau dirinya dan rombongan bahkan mencurigai ada unsur politis di balik tidak keluarnya visa tersebut. Ia menduga Australia khawatir suporter Indonesia hadir dalam jumlah besar di stadion dan memberikan tekanan mental kepada tim tuan rumah.
“Bisa saja ini politis. Mereka takut suporter Indonesia membludak di sana,” katanya.
Lebih lanjut, Adji juga mempertanyakan peran Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai induk federasi sepak bola di tanah air. Menurutnya, PSSI seharusnya bisa turun tangan membantu para suporter yang ingin mendukung langsung perjuangan Timnas di luar negeri.
“Harusnya PSSI peka dan membantu fans seperti kami. Ini pertandingan penting, dan kami datang bukan atas nama pribadi, tapi membawa semangat dukungan untuk Timnas. Tapi kami dibiarkan berjuang sendiri,” ungkapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kedutaan Besar Australia terkait alasan penahanan visa para suporter asal Cilacap tersebut. PSSI pun belum memberikan tanggapan terkait permintaan bantuan dari fans Timnas.
Para suporter berharap ada kejelasan dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Mereka menegaskan bahwa mendukung Timnas di luar negeri adalah bentuk kecintaan pada sepak bola Indonesia yang seharusnya mendapat perhatian khusus.


