BerandaNewsNasionalDugaan Korupsi Proyek Modernisasi...

Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Milik PTPN XI Mulai Diusut Polri

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Korps Pemberantas Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri mengusut dugaan korupsi dalam proyek Pengembangan dan Modernisasi Pabrik Gula Assembagoes Situbondo milik PTPN XI.

Proyek yang berlangsung dari 2016 hingga 2022 ini diduga mengalami penyimpangan serius hingga merugikan keuangan negara. Kasus tersebut kini telah masuk ke tahap penyidikan.

“Kasus ini terkait dengan pengelolaan proyek besar yang melibatkan alokasi dana negara dan anggaran pinjaman,” ujar Kepala Kortastipidkor Polri, Irjen Cahyono Wibowo, dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 Januari 2025.

Proyek modernisasi yang menggunakan skema Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) ini awalnya dirancang sebagai bagian dari program strategis BUMN untuk meningkatkan kapasitas produksi gula nasional.

Baca Juga :   Menbud Dukung Waisak 2026 di Borobudur, Perkuat Warisan Budaya dan Spiritualitas

Proyek tersebut dibiayai melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp650 miliar dan tambahan pinjaman sebesar Rp462 miliar.

Namun, proyek tersebut gagal memenuhi sejumlah target kinerja yang telah dijanjikan, seperti kapasitas giling, kualitas gula, serta produksi listrik untuk ekspor.

“Kami melihat adanya sejumlah penyimpangan yang mengarah pada dugaan pelanggaran hukum yang merugikan keuangan negara. Oleh karena itu, kami akan melanjutkan proses penyidikan dengan fokus pada pencarian bukti-bukti lebih lanjut untuk menetapkan tersangka,” kata Cahyono.

Cahyono mengungkapkan bahwa kontraktor utama proyek, yakni KSO Wika-Barata-Multinas, tidak melibatkan tenaga ahli yang memiliki kompetensi di bidang teknologi gula.

Akibatnya, pekerjaan konstruksi tersebut gagal memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan.

Baca Juga :   Wakil Ketua DPD RI Desak Kemenlu Minta Penjelasan Australia Soal Penangkapan Nelayan Papua

“Sejumlah target teknis, termasuk kapasitas giling yang jauh di bawah standar, kualitas gula yang tidak sesuai spesifikasi, dan tidak adanya produksi listrik untuk ekspor, semuanya tidak tercapai,” jelasnya.

Pada 2022, PTPN XI akhirnya memutus kontrak dengan KSO Wika-Barata-Multinas karena ketidakmampuan mereka memenuhi kewajiban kontraktual.

Meski demikian, PTPN XI telah membayar 99,3 persen dari total nilai kontrak sebesar Rp716,6 miliar.

Kortastipidkor Polri telah memeriksa 49 saksi, termasuk pihak dari PTPN XI dan kontraktor KSO Wika-Barata-Multinas, untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait.

“Proses penyidikan ini dilakukan sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Kami juga berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum dan pihak terkait lainnya agar kasus ini dapat diselesaikan secara transparan dan akuntabel,” tegas Cahyono.

Baca Juga :   Kemenag Gelar Nikah Massal di Masjid Istiqlal Sebanyak 100 Pasangan.

Meski tidak merinci kapan kasus ini naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan, Polri menegaskan adanya unsur pidana yang menjadi dasar pengusutan lebih lanjut.

Kasus ini menjadi perhatian publik sebagai salah satu bentuk pengawasan terhadap pengelolaan dana negara, terutama pada proyek strategis yang seharusnya membawa manfaat besar bagi perekonomian nasional.(DaBon)

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Program Jumat Berkah Wartawan Pekan ke-87 Sambangi Kampung Nelayan Pakis Jaya Karawang

TERMINALNEWS.ID, KARAWANG – Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) kembali menggelar aksi...

Ferry Juliantono Bawa Semangat Koperasi ke Festival Lembah Baliem Wamena

TERMINALNEWS.ID, PAPUA PEGUNUNGAN – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan pentingnya...

Yudo Margono Pimpin Ziarah HUT Ke-40 PPAL di Kalibata

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 Persatuan Purnawirawan...

PREDIKSI JURNALIS SEPAKBOLA SENIOR: INDONESIA 2 – 1 SINGAPURA

Stadion Jalan Besar, 7 Agustus 2026, 20.00 WIB Ujian Kesabaran 0-0 Singapura keluar...

- A word from our sponsors -