BerandaNewsNasionalMeluruskan Narasi Runtuhnya Bashar...

Meluruskan Narasi Runtuhnya Bashar Al-Assad dalam Geopolitik Suriah

JAKARTA. TERMINALNEWS.ID – Kepala Program Studi Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Robi Sugara, M.sc mengungkapkan pandangannya terkait situasi geopolitik di Suriah dan dampaknya bagi Indonesia.

Robi menilai jatuhnya Bashar Al-Assad merupakan bentuk reformasi Suriah layaknya reformasi 1998 yang terjadi di Indonesia. Di mana masyarakat sudah jengah terhadap pemerintahan dan menginginkan adanya perubahan.

“Bashar al-Assad itu kan sebenarnya sudah dikomplain oleh masyarakatnya,” ucap Robi di Jakarta, Sabtu (21/12/2024).

“Ini betul transisi politik, transisi dari masyarakat yang sebetulnya memang diinginkan,” tambahnya.

Namun, Robi mengungkapkan kekhawatiran terhadap narasi yang berkembang di Indonesia, khususnya media sosial yang cenderung menganggap ini adalah kemenangan umat muslim, kemenangan para mujahid.

Baca Juga :   KPK Ajak Partisipaai Masyarakat, Lelang 55 Objek Gratifikasi

Momentum ini bisa dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok ekstremis, radikal untuk mengembalikan semangat untuk memainkan narasi propaganda untuk menyesatkan masyarakat.

“Tapi yang terpenting sebenarnya adalah memahami orang-orang Indonesia, orang-orang yang di luar Suriah, yang kemudian bisa jadi mereka akan terjebak kelompok teror yang mengatasnamakan agama untuk mengembalikan semangatnya, untuk regroup dan reorganisasi,” kata Robi.

Menurut Robi, Suriah telah melalui masa-masa yang sangat sulit. Apa yang terjadi sekarang adalah hasil dari perjuangan panjang rakyat Suriah, yang tidak hanya melibatkan perlawanan fisik, tetapi juga pengaruh dari negara-negara besar, misalnya Turki, Qatar, Amerika dan Israel.

Hal ini diindikasikan karena tidak ada perlawanan yang masif ketika Hayat Tahrir Al-Syam (HTS) masuk ke Damaskus, munculnya pemerintahan transisi dan dirangkulnya kelompok kelompok minoritas untuk bisa hidup berdampingan di Suriah.

Baca Juga :   KAI Buka Pemesanan KA Tambahan, Selama Angkutan Lebaran 2025

Robi mengklaim bahwa ini adalah bentuk diplomasi-diplomasi di tingkat elit yang ditunjukkan munculnya negara negara internasional untuk melakukan normalisasi hubungan dengan pemerintah Suriah yang baru.

“Ini bukan kemenangan 100% yang dilakukan oleh perlawanan, tapi kemenangannya itu lewat jalur diplomasi. Jalur diplomasi adalah memanfaatkan negara-negara yang punya kepentingan dengan kelompok perlawanan itu dalam rangka mengganti rezim Suriah,” kata Robi.

Oleh karena itu, Direktur Indonesia Muslim Crisis Center ini menyerukan pemerintah untuk meluruskan narasi-narasi yang beredar di media sosial agar tidak menyesatkan masyarakat.

Jangan sampai masyarakat terpedaya seperti pada masa munculnya ISIS. Masyarakat harus cermat dalam membaca situasi dan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah.

Baca Juga :   Kosgoro 1957 Bagikan 10.000 Nasi Kotak Ramadan 1445 H Gratis

Selain itu, Robi menambahkan, perlunya pemerintah melakukan konsolidasi antara ulama-ulama moderat Indonesia dan ulama moderat di Suriah.

Hal ini harus dilakukan pemerintah untuk membangun misi perdamaian, dan meredam suara kelompok garis keras.

Menurutnya, banyak ulama Indonesia yang memiliki kedekatan dengan ulama Suriah.

“Indonesia punya kemampuan itu untuk melakukan diplomasi terhadap Suriah dengan melakukan pendekatan dan berkomunikasi dengan ulama-ulama yang karismatik di Suriah,” tandas Robi.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Citroën Perkuat Komitmen Menghadirkan Peace of Mind Melalui Pengalaman Kepemilikan di GIIAS 2026

TERMINALNEWS.ID, TANGERANG SELATAN - Citroën Indonesia, bagian dari Stellantis Brand House,...

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Pasir Timah Ilegal ke Malaysia

TERMINALNEWS.ID, LINGGA – TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menggagalkan upaya...

Sambut Sumpah Pemuda, Elpala SMA 68 dan Siwo PWI Jaya Siapkan Panggung Atlet Panjat Dinding Masa Depan

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Semangat Hari Sumpah Pemuda 2026 akan diwujudkan dengan...

PLN UID Jakarta Raya Gagas Program Konservasi Pulau Sabira Meraih Predikat Platinum di Indonesia Green Awards 2026

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Upaya PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID)...

- A word from our sponsors -