BerandaNewsNasionalSiti Azizah: Indonesia Butuh...

Siti Azizah: Indonesia Butuh 800 Ribu Wirausaha Baru untuk Capai Status Negara Maju

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Indonesia masih membutuhkan sekitar 800 ribu wirausaha baru untuk mencapai target 4 persen atau setara dengan 5,7 juta orang dari total angkatan kerja agar dapat disebut sebagai negara maju.

Saat ini, jumlah wirausaha di Indonesia baru mencapai 3,94 persen atau sekitar 4,9 juta orang.

Deputi Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), Siti Azizah, mengaku keyakinannya bahwa target 4 persen wirausaha dapat tercapai dengan kerja sama lintas kementerian.

“Masih dibutuhkan sekitar 800 ribu wirausaha untuk mencapai target negara maju. Saya optimis target tersebut bisa tercapai,” ungkap Siti Azizah saat jumpa pers di KemenkopUKM, Senin (14/10/2024).

Meski demikian, Siti Azizah mengakui bahwa pertumbuhan wirausaha di Indonesia belum sepenuhnya pulih ke level prapandemi.

Baca Juga :   Menteri Pariwisata Widiyanti: KEK Sanur Perkuat Potensi Wisata Kesehatan Indonesia

Pada 2019, persentase wirausaha mencapai 3,2 persen atau 5,07 juta orang, namun turun drastis sebesar 7,16 persen menjadi 2,93 persen pada 2020 akibat pandemi Covid-19.

Sejak 2022, pemerintah telah meningkatkan upaya untuk mendorong pertumbuhan wirausaha. Hasilnya, pada tahun 2023, jumlah wirausaha meningkat menjadi 3,04 persen.

Siti Azizah juga menjelaskan bahwa wirausaha yang tercipta dalam tiga tahun terakhir telah memiliki rencana bisnis yang matang di sektor riil, dan diharapkan mampu menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di seluruh Indonesia.

Namun, ia menyoroti bahwa capaian ini masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, bahkan Amerika Serikat yang memiliki 12 persen wirausaha dari populasi angkatan kerjanya.

Baca Juga :   PWI Jaya & Diskominfotik DKI Jakarta Matangkan Anugerah Jurnalistik MHT 52-2026

Selain itu, Siti Azizah menyebutkan bahwa hingga Juli 2024, sebanyak 25,5 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah berhasil bertransformasi ke ekosistem digital.

Digitalisasi ini mencakup penggunaan e-katalog, media sosial, optimalisasi e-commerce lokal, serta digitalisasi pendataan anggota dan pelaporan keuangan bagi usaha menengah.

Transformasi digital ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menegaskan pentingnya Indonesia tidak hanya menjadi penonton di tengah perkembangan perdagangan digital, tetapi juga harus mengisi marketplace dengan produk-produk UMKM dalam negeri.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 32 juta merchant telah menggunakan QRIS, dengan 95 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.

Digitalisasi ini tidak hanya menyentuh aspek pemasaran online, tetapi juga mencakup seluruh aspek bisnis UMKM, mulai dari produksi, manajemen sumber daya manusia, hingga sistem pembayaran, jelas Siti Azizah.

Baca Juga :   KH Ma'ruf Amin Tegaskan Pentingnya Peran Kiai Dalam Pengambilan Kebijakan Politik Nasional

 

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Jack Grealish Bantah Disebut Dicoret dari Tur Pramusim Manchester City, Masa Depannya Masih Belum Menentu

TERMINALNEWS.ID, MANCHESTER - Jack Grealish melontarkan respons keras di media sosial...

Gianni Infantino Ultimatum Asosiasi Anggota FIFA, Dukungan Penjualan Hak Komersial Piala Dunia Ditunggu 53 Hari

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberikan ultimatum kepada seluruh...

Pemkot Jakarta Barat Tertibkan Aset Pemprov DKI di Duri Kosambi, Akan Difungsikan sebagai Sarana Olahraga

Laporan wartawan Terminalnews.id/Budi Utomo TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta...

Party At Eden Rilis Album Debut “REV[E/O]LUTION”, Angkat Tema Distopia dan Pergulatan Spiritual

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Band modern metal/djent asal Jakarta, Party At Eden,...

- A word from our sponsors -