JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Sembilan bahan pokok (sembako) merupakan kebutuhan primer masyarakat yang keberadaannya tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Sayangnya tidak mudah bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya akan sembako. Selain harganya mahal, pasukannya seringkali tersendat. Maklum, meskipun Indonesia merupakan negara agraris, masih banyak kebutuhan pangan masyarakat yang harus diimpor.

Keadaan itulah yang mendorong Kurnia Alfarizy untuk membantu masyarakat mendapatkan sembako murah.
“Justru dengan usaha yang saya jalankan ini, saya harapkan masyarakat akan terbantu. Tekad saya disamping mengatasi pengangguran, juga membantu masyarakat untuk mendapatkan sembako murah,” Kurnia usai syukuran milad ke-14 dan peresmian kantor BPW Himpunan Pengusaha KAHMI ( HIPKA) Jawa barat 2024, di Graha PHRI Jawa barat, Jumat (11/10/2024) malam.
Tekad Kurnia rasanya tidak berlebihan, karena dua juga seorang pegusaha bergerak dalam bidang pangan. Anggota HIPKA sendiri terdiri dari berbagai kalangan, khususnya pengusaha.
Dengan pengalamannya yang cukup luas, pengusaha kelahiran 14 Mei 1977 ini, tentu tidak terlalu sulit untuk membantu menyejahterakan masyarakat, terutama jika pemerintah bergandengan tangan dengan para pengusaha. Sinergitas antara HIPKA dan pemerintah sejalan di bidang pangan, menurutnya sangat penting.
“Saya selaku Ketua HIPKA ingin bergandengan tangan, berjalan bersinergi dengan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat Jawa Barat,” ujar pemilik usaha Dodol Garut ini.
HIPKA, organisasi pengusaha yang dipimpinnya saat ini sudah berjalan 14 tahun. Dalam milad ke-14 baru-baru ini, organisasinya membahas sinergitas antara BPP dan BPW HIPKA, agar kedepannya lebih maju lagi.
Kurnia bersyukur selama ini Didukung oleh BPP HIPKA terutama ketua umum Haji Kamrus Samad PhD dan dibantu oleh Bendahara Umum M. Rafli Perdana, yang dinilai amanah dan cekatan dalam menjalankan tugasnya.
“Selaku Ketua BPW HIPKA Siap menjadi Garda Terdepan untuk menjembatani masyarakat dan pemerintah. Apalagi kita punya organisasi ini sangat solid,” ujar pengusaha asal garut ini. (hw)

