JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – 19 karateka putra dan putri DKI Jakarta yang akan diterjunkan ke Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang menggelar pemusatan latihan di Osaka, Jepang selama sebulan untuk memperkuat teknik dan menambah jam terbang bertanding.
Manajer Tim Karate DKI Jakarta, Esti Puji Lestari mengakui Jepang dipilih karena dianggap sebagai kiblat karate dunia.
“Banyak manfaat yang bisa dipetik oleh anak-anak selama menimba ilmu di Jepang. Selain memperkaya teknik bertanding, tentunya juga menambah jam terbang bagi atlet itu sendiri,” ujar Esti Puji Lestari saat pelepasan tim di Gedung KONI DKI, Kamis sore (1/8/2024).
Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum KONI DKI Dr. Hidayat Humaid dan CdM Kontingen DKI Fatchul Anas.
Esti menambahkan bahwa selama di Jepang, tim DKI akan dibimbing langsung oleh pelatih Jepang.
Sementara itu, Ketua Pengprov Forki DKI Jakarta, Taufik Wibowo, mengungkapkan bahwa sebelumnya tim karate DKI melakukan pelatda selama sebulan sejak awal Juni hingga awal Juli, kemudian mengikuti turnamen Shureido Open di Manila, Filipina.
Hasilnya, mereka meraih satu medali perak atas nama Chandra Nevo Herkawijaya di Kata Perorangan Putra dan tiga medali perunggu masing-masing diraih oleh Beatrix (Kata Perorangan Putri), Angga Aprilian (Kumite -67 kg), dan Vhelen (Kumite Perorangan Putri -61 kg).
Taufik juga menjelaskan bahwa tidak semua atlet pelatda PON DKI ikut di Shureido Open. Lima karateka DKI memperkuat Timnas Indonesia di Kejuaraan Karate Mahasiswa Asia di Malang, dan mereka berhasil membawa pulang lima medali emas atas nama Ceyco Giorgia Fanta Hutagalung (Kumite -68 kg Putri), Melza, Fadil, dan Miguel.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KONI DKI yang telah mendukung kami. Tentunya, kami akan membalas dengan raihan prestasi emas di PON Aceh-Sumut nanti,” ujar Taufik, yang juga Kepala BPN Jakarta Utara.
Sementara itu, Ketua KONI DKI, Dr. Hidayat Humaid berharap para karateka DKI dapat memanfaatkan waktu mereka di Jepang sebaik mungkin.
“Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mengasah kemampuan dan memperdalam teknik-teknik. Semoga karate DKI bisa berjaya di PON nanti,” tuturnya.
Adapun karateka yang berlatih ke Jepang adalah sebagai berikut:
Putra:
- Mawardi (Kumite -55 kg)
- Joseph Marianno Rathzinger (Kumite -60 kg)
- Angga Aprilian (Kumite -67 kg)
- Muhammad Miguel Lionel Putro (Kumite -75 kg)
- Mohammad Fadillah (Kumite -84 kg)
- Rafi Diaz Nugraha (+84 kg)
- Kumite Beregu Putra
- Chandra Nevo Herkawijaya (Kata Perorangan Putra)
- Chandra, M. Zidane Bagaskara, La Ode Andinudin (Kata Beregu Putra)
Putri:
- Anisa Nur Anggraini (Kumite -50 kg)
- Fiftari Amelza (Kumite -55 kg)
- Vhelen Claudia Sampelan (Kumite -61 kg)
- Ceyco Giorgia Zefanya Hutagalung (Kumite -68 kg)
- Dewi Nur Wijayanti (+68 kg)
- Kumite Beregu Putri
- Beatrix Helena Pengemanan (Kata Perorangan Putri)
- Emilia Sri Hanandyta, Dian Monica, Beatrix (Kata Beregu Putri)
Pelatih yang mendampingi adalah Abdullah Kadir, Idris Tahir Gusti, Toni Kortis, Donny Agdiandri Zaiko, dan Baron Bahar.

