DALAM EVOLUSI taktik sepak bola modern, tidak ada posisi yang mengalami perubahan drastis seperti bek sayap/wing (full-back).
Dahulu perannya sederhana, kini posisi ini berkembang menjadi elemen penting yang mampu memengaruhi jalannya permainan jauh lebih ke depan.
Saat ini, bek kiri bahkan sering tidak benar-benar bermain di sisi kiri atau sekadar menjaga area pertahanan.
Hadirnya peran inverted full-back memberi warna baru pada posisi yang sebelumnya jarang dianggap glamor. Sepanjang sejarah, banyak wing bek kiri legendaris yang justru lahir dari peran ini—mulai dari juara Piala Dunia, kolektor trofi Liga Champions, hingga idola abadi para fans.
Di tahun 2025, nama Nuno Mendes mencuri perhatian dunia. Bek kiri PSG itu menjadi kunci sukses Les Parisiens menjuarai Liga Champions, bahkan mencetak gol di final UEFA Nations League yang membawa Portugal meraih gelar internasional.

Performa apiknya membuat Mendes finis di peringkat 10 Ballon d’Or 2025, yang akhirnya dimenangkan rekan setimnya, Ousmane Dembélé. Namun, bagaimana posisi Mendes jika dibandingkan dengan para bek kiri terbaik sepanjang masa?
Faktor Penilaian
-
Gelar liga
-
Penghargaan individu
-
Konsistensi dan umur karier (longevity)
-
Clean sheet
-
Assist
Berikut 20 Wing Bek Kiri Yang DinilaiTerbaik Sepanjang Masa
-
Paolo Maldini (1984–2009) – Ikon AC Milan, dianggap sebagai bek kiri terbaik sepanjang masa dengan 901 penampilan dan 5 trofi Liga Champions.
-
Paul Breitner (1970–1983) – Bintang Bayern Munich & Real Madrid, juara Piala Dunia 1974.
-
Giacinto Facchetti (1960–1978) – Legenda Inter Milan, pionir bek modern dengan 637 penampilan.
-
Nilton Santos (1948–1964) – Bek kiri ikonik Brasil, juara Piala Dunia 1958 & 1962.
-
Ruud Krol (1968–1986) – Simbol Total Football Belanda, juara 3 kali Piala Eropa bersama Ajax.
-
Roberto Carlos (1991–2016) – Dikenal dengan tendangan bebas ‘banana kick’, juara Piala Dunia 2002 bersama Brasil.
-
Marcelo (2005–2025) – Raja overlap Real Madrid dengan 5 gelar Liga Champions, pensiun 2025.
-
Andreas Brehme (1978–1998) – Pahlawan gol penalti Jerman di final Piala Dunia 1990.
-
Ashley Cole (1999–2019) – Bek kiri terbaik Inggris era Premier League, juara Liga Champions 2012 bersama Chelsea.
-
Antonio Cabrini (1973–1991) – Bek elegan Italia, juara Piala Dunia 1982.
-
Karl-Heinz Schnellinger (1958–1975) – Legenda Jerman Barat, juara Liga Champions 1969 bersama AC Milan.
-
Denis Irwin (1983–2004) – Pilar Manchester United, koleksi 19 trofi termasuk Treble Winners 1999.
-
Patrice Evra (1998–2018) – Andalan Sir Alex Ferguson, juara Liga Champions 2008.
-
Silvio Marzolini (1959–1972) – Legenda Boca Juniors, dianggap bek kiri terbaik Argentina sepanjang masa.
-
Andrew Robertson (2012–sekarang) – Kapten Skotlandia, bagian penting kesuksesan Liverpool era Klopp.
-
Bixente Lizarazu (1988–2006) – Juara Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 bersama Prancis.
-
David Alaba (2007–sekarang) – Serba bisa, sukses di Bayern Munich dan Real Madrid.
-
Jordi Alba (2006–sekarang) – Andalan Barcelona era tiki-taka, juara Liga Champions & Euro.
-
Eddie Hapgood (1927–1944) – Legenda Arsenal, 5 kali juara liga dan 2 Piala FA.
-
Kenny Sansom (1975–1994) – Bek kiri Inggris dengan caps terbanyak kedua, 8 kali masuk Team of the Year.
Dari Paolo Maldini hingga Marcelo, daftar ini membuktikan bahwa posisi bek kiri bukan lagi sekadar pelengkap.

Mereka adalah motor permainan, penentu kemenangan, bahkan legenda yang mengubah jalannya sejarah sepak bola.


