JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Artis senior Yatti Surachman, yang dikenal lewat berbagai peran ikoniknya, sempat membuat panitia acara Ngobrol Santai Bareng Perempuan Hebat di Industri Film dan Musik khawatir.
Artis peraih trofi Best Actress pada Festival Film Asia Pasifik 1980 ini dikabarkan sulit dihubungi. Pesan WhatsApp tak dibalas, dan telepon pun tak diangkat.
Acara yang digagas oleh FORWAN (Forum Wartawan Hiburan Indonesia), Kementerian Kebudayaan RI, dan Chic’s Music dalam rangka memperingati Hari Ibu itu dijadwalkan berlangsung pada 19 Desember 2022. Ketidakhadiran Yatti tentu menjadi kekhawatiran besar bagi panitia.
Namun, di tengah kegelisahan, Yatti akhirnya menghubungi Ketua Umum FORWAN, Sutrisno Buyil, pada tengah malam. Ia menjelaskan keterlambatannya dengan nada penuh permintaan maaf.
“Saya minta maaf, Mas. Saya sedang syuting di Pantai Selatan yang sinyalnya tidak bagus,” ungkap Yatti.
Setelah memastikan jadwal acara, Yatti langsung mengonfirmasi kehadirannya. Ia pun berjanji untuk mengatur jadwal syutingnya agar dapat hadir tanpa hambatan.
“Siap, saya akan koordinasi dengan manajer untuk memastikan tidak ada syuting pada tanggal itu. Terima kasih sudah menghubungi,” ujarnya.
Dukungan Wartawan, Penyemangat untuk Terus Berkarya
Yatti, yang akan merayakan 50 tahun kariernya di dunia film pada 2025, merasa sangat terharu dengan apresiasi dari para wartawan hiburan. Menurutnya, perhatian ini menjadi semangat tambahan untuk terus berkarya.
“Alhamdulillah, saya benar-benar tidak menyangka sebesar ini perhatian wartawan pada saya. Ini memberikan semangat lebih dalam menekuni dunia film,” kata Yatti dengan penuh rasa syukur.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada wartawan yang selalu mencatat perjalanan kariernya, meskipun banyak teman seangkatannya tidak mendapatkan perhatian serupa.
Acara Diskusi Tetap Berjalan
Diskusi publik yang melibatkan sejumlah perempuan hebat di industri film dan musik ini tetap akan digelar sesuai rencana pada 19 Desember 2022. Kehadiran Yatti di acara ini tentu menjadi salah satu daya tarik utama, mengingat pengaruhnya yang besar dalam dunia perfilman Indonesia.
Acara ini diharapkan menjadi momen istimewa untuk merayakan kiprah para perempuan di dunia seni sekaligus menyemarakkan peringatan Hari Ibu.


