MANCHESTER, TERMINALNEWS.ID – Menjelang laga final Liga Europa 2025 antara Manchester United dan Tottenham Hotspur, para suporter Setan Merah ramai-ramai menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap performa Rasmus Hojlund.
Banyak yang menilai penyerang asal Denmark itu tidak pantas menjadi starter dalam laga penting tersebut.
Final yang akan digelar pada Rabu (21 Mei) mendatang di Stadion San Mames, Bilbao, mempertemukan dua wakil Premier League dalam laga penentuan siapa yang akan mengangkat trofi Liga Europa sekaligus mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan—sebuah pencapaian penting bagi kedua tim yang gagal tampil maksimal di liga domestik.
Ruben Amorim: “Kami Harus Menang, Apa Pun yang Terjadi”
Dalam konferensi pers baru-baru ini, pelatih Manchester United Ruben Amorim menegaskan pentingnya meraih kemenangan di laga final.

“Saya pernah bermain di final sebagai pemain dan kalah. Tidak ada yang peduli soal itu. Yang penting adalah menang. Jika tidak, rasanya semua usaha sia-sia,” ujar Amorim. “Kami harus menang, atau semuanya tidak berarti.”
Ia juga menambahkan bahwa para pemainnya siap menghadapi tantangan, “Dalam pertandingan seperti ini, mereka sudah membuktikan bahwa mereka bisa. Jadi kami akan siap.”
Performa Buruk Hojlund Picu Reaksi Negatif Suporter
Namun, kekalahan 0-1 United dari Chelsea di Stamford Bridge pada Jumat (16 Mei) memicu kekhawatiran di kalangan fans, terutama terkait performa Rasmus Hojlund. Beberapa penggemar bahkan mengkritik tajam kontribusinya selama 90 menit pertandingan.
Salah satu penggemar menulis di media sosial, “Saya tak percaya harus melihat Hojlund bermain penuh di final Eropa. Apa salah saya di kehidupan sebelumnya?”
Komentar lain menyebut, “Rasmus Hojlund seperti pemain yang terlihat buruk dalam cuplikan, dan saat ditonton satu pertandingan penuh, dia memang seburuk itu.”

Bahkan ada yang mengatakan, “Hojlund tidak seharusnya tampil di final. Ini sudah keterlaluan.”
Suporter lainnya menambahkan, “Melihat Hojlund langsung kehilangan bola setiap kali menerimanya adalah sesuatu yang tidak ingin saya saksikan lagi.”
Pendapat paling tajam datang dari seorang fan yang menulis, “Saya tak ingin terdengar kejam, tapi Hojlund saat ini adalah masalah besar bagi United. Seakan-akan kami bermain dengan 10 orang. Setiap kali dia memegang bola, dia kehilangan penguasaan. Bahkan rekan setimnya mulai ragu memberinya bola.”
Amorim Soroti Kurangnya Ketajaman di Lini Depan
Setelah kekalahan dari Chelsea, Amorim berbicara kepada Match of the Day BBC: “Kami memulai pertandingan dengan baik, tapi di sepertiga akhir kami kurang agresif. Kami punya peluang tapi kurang fokus. Kadang kami ingin menekan dan mencetak gol, tapi malah kehilangan konsentrasi.”
Ia menegaskan bahwa timnya masih punya waktu untuk mempersiapkan diri. “Kami punya lima hari. Dua hari untuk pemulihan penuh, dua hari untuk persiapan. Saya lihat kondisi para pemain masih baik.”
Manchester United Wajib Evaluasi Jelang Final Liga Europa
Dengan hanya lima hari tersisa menuju final Liga Europa 2025, tekanan semakin besar bagi Ruben Amorim untuk menentukan komposisi terbaik.
Apakah Hojlund tetap akan dipercaya tampil sejak awal atau digantikan demi kans juara, akan menjadi keputusan yang sangat krusial bagi nasib Setan Merah musim ini.


