JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024 akan menjadi momen bersejarah sebagai PON pertama yang mengusung konsep tuan rumah bersama oleh dua provinsi, yaitu Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Total ada 65 cabang olahraga yang akan dipertandingkan, termasuk cabang olahraga catur.
Sekretaris Jenderal PB Percasi, Henry Hendratno, menyatakan bahwa pertandingan catur pada PON 2024 akan dilaksanakan di Sumatera Utara.
“Berbeda dari PON Papua 2020. Di PON 2024 nomor veteran dihilangkan atau tidak dipertandingkan,” ungkap Henry ditemui usai Kejuaraan 2nd Percasi-SCUA FIDE RATED 2024 di Gedung SCUA Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Cabang catur ini dijelaskan Henry Hendratno akan memperebutkan 12 medali emas dalam tiga nomor yang dipertandingkan, yaitu catur standar beregu dan perorangan putra-putri, catur cepat beregu dan perorangan putra-putri, serta catur kilat beregu dan perorangan putra-putri.
Berbeda dengan PON Papua 2020, pada PON 2024, nomor veteran tidak dipertandingkan. Menurut Henry, hal ini dilakukan karena PON memiliki arah pembinaan, meskipun para pecatur veteran masih dapat turun bertanding di nomor lainnya.
Adapun provinsi yang berhak tampil di PON 2024 adalah provinsi yang berhasil lolos kualifikasi yang telah dilaksanakan oleh PB Percasi sebelumnya. Sebanyak 19 provinsi berhasil lolos kualifikasi.
Selain itu, ada tiga provinsi baru di Papua yang mendapatkan wild card untuk tampil di PON 2024, yaitu Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan, sehingga total ada 22 provinsi yang tampil di PON 2024.
Dalam persiapan pertandingan catur di PON 2024, PB Percasi diminta oleh Tim Keabsahan PB PON untuk memverifikasi nama-nama atlet yang akan bertanding. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kendala teknis saat pertandingan berlangsung.
Henry Hendratno menyampaikan bahwa ada sekitar 6 provinsi yang melakukan koreksi terhadap nama-nama atletnya untuk memastikan kevalidan data saat verifikasi dengan KTP.
Pengecekan nama-nama atlet ini penting dilakukan karena akan meminimalisir kemungkinan kendala teknis saat pencocokan data dengan KTP.
Tim Keabsahan memberikan batas waktu hingga tanggal 8 Maret 2024 untuk menyelesaikan verifikasi nama-nama atlet sebelum disahkan untuk bertanding di PON 2024.


