TERMINALNEWS.ID, LONDON – Petugas polisi bersenjata yang bertugas menjaga Raja Inggris di Windsor Castle tengah diselidiki setelah muncul tuduhan mengejutkan bahwa mereka tertidur saat menjalankan tugas.
Sebanyak 30 anggota unit Royalty and Specialist Protection dari Kepolisian Metropolitan London (Met Police) kini diperiksa atas dugaan pelanggaran disiplin. Selain itu, terdapat tuduhan bahwa beberapa petugas tercatat masuk kerja, namun tidak hadir di pos penjagaan mereka.
Raja Charles III dan Rumah Tangga Kerajaan disebut telah mengetahui penyelidikan tersebut. Direktorat Standar Profesional Met Police akan memutuskan paling lambat akhir pekan depan apakah ada petugas yang akan dicopot sementara dari tugas mereka.
Kasus ini muncul setelah sejumlah insiden keamanan terjadi di kastel yang kerap menjadi lokasi acara resmi penting kerajaan tersebut.
Pada Juni tahun lalu, seorang penyusup yang diduga berada di bawah pengaruh narkoba memanjat tembok kastel dan ditangkap atas dugaan pelanggaran masuk area terlarang. Sebelumnya, pada Hari Natal 2021, seorang pria bersenjata panah silang berhasil masuk ke area kastel sambil mengatakan bahwa dirinya datang untuk membunuh Ratu.

Sumber internal menyebut salah satu tuduhan dalam penyelidikan itu berkaitan dengan petugas yang tercatat mulai bertugas tetapi tidak pernah muncul di pos pengamanan mereka.
“Ini menjadi aib bagi kepolisian sekaligus membuka potensi celah keamanan,” ujar sumber tersebut.
Ia menambahkan bahwa tuduhan tersebut sangat serius dan dapat berujung pada penangguhan tugas hingga investigasi atas dugaan pelanggaran disiplin dan kelalaian dijalankan.
Buckingham Palace mengonfirmasi telah menerima informasi mengenai penyelidikan itu, namun menolak memberikan komentar lebih lanjut.
Dalam pernyataan resminya, Met Police yang dipimpin Komisaris Sir Mark Rowley mengatakan bahwa Direktorat Standar Profesional telah meluncurkan investigasi mendesak setelah muncul kekhawatiran terkait perilaku sejumlah petugas pengamanan di Windsor Castle.

“Tuduhan mencakup petugas meninggalkan pos tanpa pengawasan dan tertidur saat bertugas,” bunyi pernyataan tersebut.
Met Police menegaskan perilaku tersebut berada di bawah standar tinggi yang diharapkan dari petugas, terutama mereka yang menjalankan tugas perlindungan garis depan.
Kantor Independen untuk Pengawasan Perilaku Polisi (IOPC) juga telah diberi tahu mengenai kasus tersebut dan memutuskan penyelidikan dilakukan secara internal oleh Met Police.
Sebagai bagian dari penyelidikan, pihak berwenang juga mempertimbangkan apakah sejumlah petugas yang diperiksa perlu dibatasi tugasnya sementara waktu.
Windsor Castle sendiri berada di wilayah hukum Thames Valley Police, namun pengamanan keluarga kerajaan dilakukan oleh unit Royalty and Specialist Protection.
Petugas ditempatkan di pintu masuk, pintu keluar, dan berbagai titik di kawasan kastel seluas sekitar 655 acre tersebut. Patroli berjalan kaki bersenjata juga rutin dilakukan di dalam kastel, area perkebunan, hingga perimeter luar.
Selain penjagaan personel, kawasan itu dilengkapi jaringan pagar, alarm, dan sensor keamanan dalam jumlah besar.
Insiden keamanan lain juga sempat terjadi pada Oktober 2024 ketika pencuri membawa kabur sebuah truk pikap dan kendaraan ATV dari peternakan di area perkebunan, lalu menggunakannya untuk menerobos gerbang keamanan.

Saat kejadian itu berlangsung, Prince William, istrinya Catherine, Princess of Wales, serta ketiga anak mereka George, Charlotte, dan Louis dilaporkan sedang tertidur di Adelaide Cottage yang berada tidak jauh dari kastel.
Sumber lain menyebut ukuran kawasan kastel yang sangat luas memang menghadirkan tantangan logistik besar dalam pengamanan.
“Namun ini tetaplah sebuah kastel yang dirancang untuk menjaga orang luar tetap berada di luar dan memastikan siapa pun di dalam tetap aman,” kata sumber tersebut.
Ia menambahkan bahwa meskipun ada periode ketika anggota keluarga kerajaan tidak berada di kastel, para staf tetap bekerja dan banyak karya seni bernilai tinggi tersimpan di dalamnya.
“Pekerjaan utama penjaga adalah memastikan perimeter selalu aman. Mungkin jam kerjanya panjang dan membosankan, tetapi sangat mengkhawatirkan jika standar pengamanan mulai menurun,” lanjutnya.
Dalam setahun terakhir, kawasan kastel telah menjadi tuan rumah empat kunjungan kenegaraan, termasuk kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada September lalu.
Raja Charles III sendiri tercatat telah menjalani sedikitnya 13 agenda resmi di Windsor Castle tahun ini, termasuk resepsi kerajaan, penganugerahan gelar kehormatan, hingga pemutaran dokumenter berjudul Harmony yang menghadirkan sejumlah selebritas papan atas.
Pada Hari Paskah, Raja Charles memimpin anggota keluarga kerajaan menghadiri kebaktian di St George’s Chapel yang dihadiri ratusan warga di dalam area kastel.
Sementara itu, Queen Camilla juga telah menggelar sedikitnya lima acara di Windsor Castle sepanjang tahun ini.
Sebelumnya, Queen Elizabeth II diketahui rutin menghabiskan akhir pekan di Windsor Castle setelah menyelesaikan tugas kenegaraan di Buckingham Palace.
Namun kini keluarga kerajaan lebih sering berpindah antara Sandringham, Clarence House, Highgrove, dan Balmoral, sehingga jumlah penjaga biasanya dikurangi ketika tidak ada anggota kerajaan yang berada di kastel.
Untuk acara besar atau ketika tingkat ancaman meningkat, polisi tambahan dapat didatangkan dari istana kerajaan lainnya. Pihak berwenang juga disebut melakukan penilaian risiko keamanan kastel setiap pekan.


