AMBON, TERMINALNEWS – Jembatan Wai Kawanua adalah jembatan yang sangat penting dan strategis untuk menghubungkan akses masyarakat dari dua kecamatan, Tihoru, Teluti ke ibu Kota Kabupaten di Masohi bahkan menjadi strategis lagi menghubungkan dua Kabupaten yaitu Maluku Tengah dengan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) di pesisir Selatan Kabupaten Maluku Tengah sehingga seluruh akses masyarakat.
Selain sebagai kegiatan ekonomi, jembatan ini bahkan menunjang berbagai kegiatan bisnis dapat berjalan dengan baik apabila Jembatan Wai Kawanua dapat normal kembali.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Provinsi Maluku bersama Balai Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN) wilayah Maluku, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku dan Ikatan Keluarga Masyarakat Tehoru dan Telutih (IKAT), terkait pembangunan jembatan Wai Kawanua yang rusak di terjang banjir, beberapa waktu lalu.
Hal ini disampaikan dalam Rapat yang di pimpin Ketua Komisi III DPRD Maluku, Richard Rahakbauw itu berlangsung di ruang rapat Komisi III, Jumat (3/11/2023).
Jembatan yang panjangnya mencapai 820 meter ini, dikerjakan dengan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) sebesar Rp 20 miliar, yang di bangun pada tahun 2019 lalu.
“Jembatan yang panjangnya 820 meter ini sudah dibangun sejak 2019,” ujar Richard Rahakbauw.
DPRD dan IKAT berharap dengan pembangunan kembali Jembatan Wai Kawanua ini bisa mengatasi hambatan transportasi yang menghubungkan Negeri Siwalalat dan Werinama Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), dan Negeri Telutih dan Tehoru, di Kabupaten Malteng.
Dalam RDP itu pihak BPJN dan BWS berjanji akan secara maksimal melakukan pembangunan kembali jembatan Wai Kawanua dalam tahun 2023 ini, dan juga dilanjutkan pada tahun 2024 nanti.
Untuk diketahui, saat ini telah di bangun jembatan sementara oleh BPJN wilayah Maluku untuk dapat menghubungkan kedua kabupaten itu.
Tonase jembatan ini hanya bisa dilewati oleh mobil yang bermuatan maksimal 10 ton.


