JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Menyikapi komentar dari para calon gubernur dan calon Wakil Gubernur, Daerah Khusus Jakarta, Penasehat Komunitas Gowes diem diem (Godidem) Bramandaru SP, SH MH yang juga seorang Advokat mengatakan jalur sepeda yang sudah ada ini dirasa sudah sangat baik.
“Jadi jangan di rubah rubah lagi lah,” tutur Bramandaru.
Adanya jalur sepeda di Propinsi Jakarta ini diyakini oleh Daru sudah melalui analisis juga dihitung serta dikaji matang dan disosialisasikan kepada bukan hanya khalayak pesepeda tetapi juga kepada segenap pengguna kendaraan bermotor oleh Gubernur Anies Baswedan.
“Jadi gak usah lagi lah para para calon Gubernur dan wakil Gubernur berpolemik tentang jalur sepeda besar atau kecil tetapi bukan itu yang menjadi masalah,” jelasnya.
Menurut Daru para calon gubernur dan wakil gubernur bila terpilih nanti menjadi gubernur dan Wakil gubernur Daerah Khusus Jakarta harus lebih berani lagi menindak tegas para pengguna kendaraan bermotor yang menggunakan jalur kendaraan tidak bermotor.
“Paling tidak diberi sangsi tilang atau teguran. Bila penegak hukum tegas harusnya jalur sepeda itu steril dari kendaraan bermotor apakah itu mobil, motor, ataupun juga bajaj,” jelasnya.
Diakui Daru, pihaknya sering melihat bila jalur kendaraan tidak bermotor (sepeda) dipakai parkir oleh bajaj, mobil dan motor sering juga menggunakan jalur kendaraan tidak bermotor, tetapi penegak hukum terkesan diam saja tidak ada upaya untuk melarang atau menilang,” tandasnya.
Kemudian Daru mengungkapkan bahwa pasal 122 UU Lalu Lintas, disebutkan “Pengendara kendaraan tidak bermotor dilarang menggunakan jalur jalan kendaraan bermotor, jika telah disediakan jalur jalan khusus bagi kendaraan tidak bermotor”.
Sementara bagi kendaraan bermotor tidak ada larangan bila menggunakan jalur kendaraan tidak bermotor. Ini saja sudah ada diskriminasi.
“Oleh karenanya pemerintah Propinsi Jakarta harus berani tegas menindak bila ada pengguna kendaraan bermotor menggunakan jalur kendaraan tidak bermotor,” urai Daru.
Diakui Daru, bila para pesepeda menggunakan jalur kendaraan bermotor ini menjadi berita yang ramai, padahal para pesepeda ini juga terganggu, karena jalur sepeda dipakai juga oleh pengguna kendaraan bermotor oleh karena itu tidak jarang para pesepeda memakai jalur kendaraan bermotor.
“Saya menghimbau kepada para Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih nanti harus terus menambah jalur dan lajur kendaraan tidak bermotor atau sepeda,” kata Daru.
Menurutnya, bukan hanya berpolemik besar kecil nya jalur kendaraan tidak bermotor atau sepeda tetapi harus dijaga jalur sepeda tersebut benar benar steril dari kendaraan bermotor untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi pengendara kendaraan tidak bermotor atau sepeda.
“Semoga dengan adanya jalur serta lajur kendaraan tidak bermotor atau sepeda yang nyaman serta aman akan menambah animo masyarakat yang giat beraktivitas ke kantor, ke sekolah, ke pasar, ataupun ketempat tongkrongan dengan bersepeda,” paparnya.
Semakin masif masyarakat bersepeda dikatakan Daru semakin kita bisa menekan emisi karbon dan polusi udara serta menciptakan lingkungan yang bersih lagi sehat.


