LONDON, TERMINALNEWS.ID – Setelah sepekan menjalani sejumlah agenda di Inggris, termasuk reuni dengan sang ayah, Raja Charles, Pangeran Harry membuat kejutan dengan melakukan kunjungan mendadak ke Ukraina pada Jumat, 12 September 2025.
Duke of Sussex yang kini berusia 40 tahun itu datang ke Kyiv bersama tim dari Invictus Games Foundation, ajang bergaya Paralimpiade yang ia dirikan untuk veteran dan anggota militer.
Kedatangannya atas undangan resmi pemerintah Ukraina sebagai bentuk dukungan bagi para prajurit yang sakit, terluka, maupun terdampak perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.
Dalam wawancara dengan The Guardian, Harry menegaskan bahwa kunjungannya bukan untuk menghentikan perang, melainkan membantu proses pemulihan.
“Kita tidak bisa menghentikan perang, tapi kita bisa melakukan segala upaya untuk mendukung pemulihan. Kita harus terus mengingatkan dunia tentang apa yang dialami rakyat Ukraina,” ujarnya.
Kedatangan Harry di Kyiv terekam dalam video yang dibagikan oleh Ukrainian Railways, memperlihatkan dirinya turun dari kereta bertajuk Superroyal Express dan disambut hangat warga setempat.
Pihak Ukraina menyebut, selain memberikan dukungan moral, Harry juga akan memaparkan inisiatif baru untuk rehabilitasi para korban perang.
Ini merupakan kunjungan kedua Harry ke Ukraina pada 2025. Sebelumnya, pada April lalu, ia mengunjungi Superhumans Center di Lviv—pusat rehabilitasi yang memberikan layanan gratis berupa pemasangan prostetik, operasi, hingga dukungan psikologis.
Ia juga menjalin kerja sama erat dengan pendirinya, Olga Rudnieva, yang mendorong Harry untuk datang langsung ke Kyiv agar lebih memahami dampak perang.
Selain mengunjungi pusat rehabilitasi, Harry dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Ukraina, Yulia Svyrydenko.
Kunjungan ini berlangsung setelah agenda padat Harry di Inggris, termasuk menghadiri WellChild Awards 2025, mengunjungi Community Recording Studio di Nottingham dengan menyumbang pribadi sebesar 1,5 juta dolar AS untuk Children in Need, serta meninjau Centre for Blast Injury Studies.
Namun yang paling menjadi sorotan adalah momen reuni Harry dengan Raja Charles di Clarence House, London, pada 10 September lalu. Pertemuan itu berlangsung sekitar 55 menit—menjadi pertemuan tatap muka pertama ayah dan anak setelah 19 bulan. Pihak istana menggambarkannya sebagai langkah awal yang baik menuju rekonsiliasi.
Seorang sumber dekat keluarga kerajaan menyebut Harry tiba di Inggris dengan suasana hati positif.
“Ia berada dalam kondisi mental yang baik dan bersemangat bertemu kembali dengan orang-orang serta organisasi yang selama ini ia dukung,” kata sumber tersebut kepada PEOPLE.


