JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Perjuangan petenis putra Indonesia, Muhamad Rifqi Fitriadi untuk menggapai gelar juara di tunggal dan ganda putra M-15 Amman Mineral Men’s World Tennis Championship Seri Pertama, akhirnya pupus sudah setelah pada Jumat (20/12/2024) di paksa menelan kekalahan di dua nomor tersebut.
Di kategori tunggal, penampilan impresif yang ditunjukkan oleh Rifqi di babak perdelapan final sebelumnya, tidak berjalan sesuai harapan pada Jumat (20/12), di mana petenis Indonesia ini banyak melakukan unforced error saat menghadapi petenis Korea Selatan Lee Duck Hee, terutama di set pertama.
Mengawali laga Rifqi sebenarnya bermain cukup meyakinkan dengan unggul 2-1. Namun seiring perubahan cuaca akibat turun hujan, ritme permainan pemain berusia 20 tahun ini berubah drastis dan kehilangan konsentrasi sehingga harus takluk 3-6.
Memasuki set kedua meski sempat tertinggal 3-5, Rifqi yang tampil dengan fasilitas Wildcard mampu mengejar hingga skor 6-6, membuat laga keduanya harus melewati babak tie break.
Namun Duck Hee yang tengah on fire dengan point wont yang mencapai 72 persen berbanding 52 milik Rifqi, bermain lebih konsisten dan akhirnya berhasil menutup laga dengan skor akhir 7-6 tiebreak 6 untuk melangkah ke semifinal.
Selanjutnya di babak 4 besar Sabtu (21/12) Lee Duck He akan menghadapi Arthur Weber dari Perancis, usai menumbangkan Luca Castelnuovo 7-5 dan 6-0.
Seusai pertandingan Muhamad Rifqi Fitriadi mengakui bahwa penampilan sedikit terganggu oleh kendala cuaca yang membuat pertandingan ditunda sampai 3 kali, sehingga permainannya kurang maksimal.
“Cuaca hari ini sangat menggangu permainan saya. Apalagi karena hujan, pertandingan spat terhenti selama 3 kali,” kata Rifqi.
Kegagalan M. Rifqi Fitriadi tidak hanya dinomor tunggal saja, namun juga dialami saat tampil pada nomor ganda putra dengan pasangannya Anthony Susanto.
Menghadapi unggulan pertama Luca CastelNuovo/Wang Aoran, ganda tuan rumah ini harus mengakui ketangguhan sang lawan dengan straight set.
Bertanding di Nusa Dua Court, di lihat dari motivasi dan mental bertanding, penampilan Anton dan Rifqi sebenarnya jauh lebih bagus di bandingkan laga pada saat menumbangkan Christhoper Rungkat/Nathan Barki dengan rubber set di perdelapan final.
Namun skill dan tehnik lawannya terutama Wang Aoran yang sudah terbiasa bertanding di level turnamen Challenger akhirnya menjadi pembeda pada laga perempat final ini.
Dengan mengerahkan segala kemampuan terbaiknya pasangan tuan rumah ini akhirnya harus mengakui ketangguhan Luca dan Wang dengan skor 4-6 dan 2-6.
Dengan raihan kemenangannya pada Jumat (20/12) selanjutnya Luca Castenuovo/Wang Aoran berhak melaju ke semifinal Sabtu (21/12), untuk bertemu Yi Jui Lo dan Joshua Charlton.
Seusai pertandingan Rifqi Fitriadi dan Anthony Susanto mengakui bahwa meski kalah hari ini, namun kualitas permainan mereka justru lebih bagus dibandingkan pertandingan sebelumnya.
“Walaupun kita kalah hari ini, tetapi Alhamdulillah permainan kami justru lebih bagus dari pertandingan-pertandingan sebelumnya,” tutup Rifqi.


