JAKARTA, TERMINALNEWS,CO – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Dito Ariotedjo secara resmi melepas pendaki gunung putri muda usia Khansa Syahlaa untuk menaklukkan puncak gunung Aconcagua, Argentina, Amerika Selatan. Siswi kelas XII SMA Labschool Rawamangun Jakarta tersebut akan melakukan pendakian pada 20 Januari – 13 Februari 2024.
Khansa Syahlaa menjadi kebanggaan Indonesia karena telah berhasil mengibarkan Merah Putih di 89 Puncak Gunung di Dunia. Gadis kelahiran 16 Maret 2006 ini mencatat pretasi yang mengagumkan diusianya yang baru menginjak 18 tahun, namun sudah mampu menaklukkan 3 dari 7 puncak gunung tertinggi di dunia Seven Summit of The World.
Menpora Dito Ariotedjo menyerahkan bendera Merah Putih kepada Khansa Shahlaa yang akan mendaki Gunung Aconcagua di Argentina, Amerika Selatan di Ruang Media Center Kantor Kemenpora, Senayan Jakarta pada Kamis, 18 Januari 2024. Bendera Merah putih ini akan ditancapkan Khansa saat berhasil menginjakkan kakinya di puncak Aconcaqua Argentina.

Gunung Aconcagua yang terletak di Provinsi Mendoza, Argentina tercatat sebagai puncak gunung tertinggi di Benua Amerika. Aconcaqua memiliki ketinggian 6.962 meter di atas permukaan laut (mdpl). Khansa Syahlaa melakukan pendakian kali ini dalam rangka program Seven Summit of The World. Khansa Syahlaa akan didampingi oleh ayahnya Aulia Ibnu untuk berangkat ke Argentina pada Sabtu, 20 Januari 2024.
Menurut rencana Khansa Syahlaa akan melkukan pendakian gunung Aconcaqua selama 13 hari untuk mencapai puncak dan 7 hari untuk menuruni puncak gunung dan diperkirakan sampai dibawah pada 13 Februari 2024.
“Hari ini kita mengapresiasi ayah Khansa yaitu pak Aulia yang telah berjasa mendidik putrinya sejak kecil untuk mendaki gunung. Khansa menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga itu dimulai dari dini dan tidak mustahil untuk mencapai prestasi dunia,” kata Menpora Dito Ariotedjo.

“Naik gunung ini pertama yang ngenalin adalah ayah aku. Ayah aku dari SMA sudah suka naik gunung dan akhirnya aku kayak kepo nih kok kayaknya seru naik gunung. Mulai umur 5 tahun aku udah dibawa ke Gunung Bromo. Umur 7 tahun ke Gunung Rinjani,” cerita gadis yang menjadi Brand Ambassador Eiger.
Pengalaman mendaki di Gunung Rinjani seperti gerbang pembuka bagi Khansa yang mulai suka naik gunung. Dari situ Khansa mulai fokus pendakian dan akhirnya 8 tahun kemudian suka naik gunung sampai sekarang.
Khansa saat ini merupakan siswi kelas XII Sekolah Labschool, Rawamangun, Jakarta. Sejak masuk sekolah di SMA, dara kelahiran Bogor, Jawa Barat ini telah menunjukkan prestasi yang luar biasa dengan menaklukkan tiga puncak dunia yang masuk dalam Seven Summit of The World. Puncak tertinggi didunia pertama yang ditaklukkannnya adalah puncak Gunung Cartenz Pyramide atau Puncak Jaya di Papua (4.884 mdpl) pada 2017 saat usianya 10 tahun.
Khansa kemudian mendaki puncak Gunung Kilimanjaro di Tanzania (5.895 mdpl) pada 2019, dan terakhir mendaki Gunung Elbrus di Rusia (5.642 mdpl) pada 2022. Dengan kesibukannya untuk menaklukkan dunia tersebut Khansa dipastikan tidak bisa mengikuti pelajaran secara langsung di kelas. Akan tetapi pihak sekolah memberikan keleluasaan dalam belajar jarak jauh agar Khansa tidak ketinggalan di semua mata pelajaran.
“Saya juga memberikan apresiasi kepada Pak Suparno sebagai kepala sekolah SMA Labschool Rawamangun yang telah memberikan dukungan penuh kepada muridnya untuk mencapai prestasi dunia. Ini bisa menjadi contoh bagi sekolah sekolah lain agar bisa memberikan dukungan kepada atletnya yang bisa mencapai prestasi dunia,” ujar Menpora Dito Ariotedjo.

Khansa mengaku dirinya saat masih kecil adalah anak yang tertutup (introvet), takut gelap dan tidak mudah untuk berinteraksi. Karena itu banyak orang tidak menyangka kalau gadis berusia 18 tahun ini telah berhasil mengibarkan Merah Putih setidaknya di 89 puncak gunung di dunia.
“Di Indonesia totalnya sudah mendaki sekitar 87 gunung dan 2 gunung lainnya di luar negeri. Jadi sudah ada 89 gunung yang sudah didaki,” kata putri pasangan Aulia Ibnu dan Pramudi Ayuwardani ini.
“Terima kasih Pak Menteri, ini adalah ekspedisi pendakian gunung tertinggi keempat dalam Seven Summit of The World, salah satu gunung tertinggi di dunia. Gunung ini tantangannya sangat banyak muai dari ketinggiannya, suhu dingin, angin dan cuacanya sangat ekstrime banget,” kata Khansa Syahlaa.
Untuk itu, Khansa telah melakukan persiapan matang selama beberapa bulan terakhir dengan latihan mendaki gunung gunung di Indonesia. Persiapan pendakian ekspedisi Gunung Aconcagua di Argentina ini sudah dilakukan Khansa cukup lama mulai dari empat bulan yang lalu, mulai dari pengurusan dokumen, administrasi serta latihan fisik. Aconcagua menurut Khansa sangat menantang.
“Gunung ini membutuhkan waktu selama 15 jam untuk mencapai puncaknya sehingga kita harus menyiapkan tenaga yang banyak. Untuk itu aku sudah melakukan persiapan seperti latihan mendaki di Gunung Argopuro yang biasanya dilakukan selama 5 hari, bisa aku lakukan dalam 18 jam. Semoga pendakian ini bisa berjalan dengan lancar dan aku bisa kembali ke rumah dengan selamat,” tambah Khansa.
Usai menerima bendera Merah Putih dari Menpora Dito Ariotedjo, Khansa semakin bersemangat dan semakin yakin untuk bisa mencapai puncak gunung Aconcaqua, Argentina. Ini merupakan gunung tertinggi yang pernah didaki oleh Khansa, dari 89 gunung yang telah ditaklukkannya.
“Pastinya aku akan membawa Merah Putih yang telah diberikan oleh Pak Menteri untuk dikibarkan di puncak tertinggi di Amerika Selatan. Ini gunung keempat dan masih ada gunung-gunung selanjutnya yang masih harus aku laluin dan finalnya nanti Gunung Everest di Himalaya,” tekat Khansa untuk menaklukkan 7 puncak gunung tertinggi di dunia.

Keyakinan pendaki putri termuda di Asia Tenggara ini untuk bisa mencapai puncak Aconcaqua karena dirinya sudah melakukan latihan sesuai porsi yang dibutuhkan untuk memperkuat kekuatan fisiknya. Selain itu, Khansa juga mendapat mantuan dan bimbingan dari dokter Angkatan Bersenjara Republik Indonesia.
“Latihan fisik saya bisa seminggu sampai empat kali, lari, joging, sepeda, berenang atau naik gunung seperti ke Gunung Gede, Gunung Slamet, Gunung Sindoro. Gunung Aconcagua ini kita butuh persiapan yang ekstra dan lumayan beda karena gunung ini chalenging banget. Butuh waktu kira-kira 12 – 15 jam untuk mencapai puncaknya dengan total 15 hari pendakian,” tuturnya.
Seminggu sebelumnya, Khansa Syahlaa dan kedua orang tuanya sudah diterima oleh Menpora Dito Ariotedjo di Kantor Menpora, Jakarta, pada Kamis (11/1) lalu. Dalam kesempatan tersebut, Khansa mengungkapkan maksudnya untuk menaklukkan gunung tertinggi keempat dalam Seven Summit of The World yaitu Gunung Aconcaqua di Argentina.
“Alhamdulillah Pak Menpora sangat mendukung banget untuk ekspedisi pendakian ini. Dan dari Kemenpora juga sangat mendukung penuh untuk ke Aconcagua. Seneng banget disambut disini,” kata Khansa usai diterima Menpora Dito di Kantor Menpora, Jakarta, Kamis (11/1) lalu.
“Pesan saya untuk pemuda Indonesia yang ingin mendaki gunung, saya pesan bahwa gunung itu sangat terbuka dan gunung adalah aset yang sangat-sangat harus kita jaga, tidak boleh membuang sampah sembarangan untuk itu kita jaga alam maka alam akan menjaga kita,” pungkasnya.


