MIAMI, TERMINALNEWS.ID – Aktris senior Linda Hamilton kembali berbicara jujur mengenai perjalanan panjangnya menghadapi masalah kesehatan mental yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.
Dalam wawancara eksklusif bersama PEOPLE, bintang Terminator itu membahas banyak hal, mulai dari kehidupannya sebagai seorang nenek hingga proyek film fiksi ilmiah terbarunya berjudul Osiris.
Hamilton, yang sebelumnya pernah mengungkap perjuangannya dengan depresi dan gangguan bipolar, mengaku bahwa sosoknya sebagai bintang film aksi sering membuat orang salah mengira dirinya selalu kuat dan tak tergoyahkan.
“Tidak ada yang pernah mengira saya bisa kesulitan. Mereka pikir saya baik-baik saja — ‘Itu kan Linda Hamilton’,” ujar aktris berusia 68 tahun tersebut.
Meski begitu, Hamilton menegaskan kini dirinya berada dalam kondisi yang stabil berkat kerja keras selama bertahun-tahun menjalani terapi kesehatan mental.
“Saya sudah menemukan keseimbangan sejati dalam hidup saya. Saya juga bisa mengaktifkan semua langkah pengaman yang saya pelajari dari 20 tahun terapi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman panjang membuatnya lebih bijak dalam mengendalikan diri.
“Kalau saya sedang mengalami hari yang buruk, itu bukan berarti perilaku saya harus ikut buruk. Saya bisa menahan diri karena saya sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun dan biaya besar untuk menjadi lebih baik,” tuturnya.
Pesan Positif untuk Penderita Gangguan Mental
Hamilton, yang dikenal luas lewat perannya di Terminator 2: Judgement Day dan Stranger Things, juga memberikan pesan penyemangat bagi orang-orang yang masih berjuang melawan masalah kesehatan mental.
“Orang tidak boleh menyerah pada diri sendiri. Teruslah mencari sampai menemukan jalan keluar. Saya adalah bukti nyata bahwa hal itu mungkin dilakukan,” ujarnya. Sambil bercanda ia menambahkan, “Saya bahkan merasa kacau selama 40 tahun pertama hidup saya.”

Hamilton mengaku menemukan kedamaian dengan lebih banyak memikirkan orang lain ketimbang dirinya sendiri.
“Saya tidak pernah lagi menjadikan semuanya tentang saya. Yang saya lakukan sekarang sederhana: membantu orang lain, membuat orang tertawa, mencintai anjing-anjing saya, dan itu semua membuat saya bahagia,” jelasnya.
Perjuangan Sejak Muda
Linda Hamilton pertama kali mengungkap secara publik soal gangguan bipolar dan depresi pada 2004. Ia menceritakan bahwa dirinya mengalami gejala selama dua dekade, mulai usia 20 hingga 40 tahun, yang ia sebut sebagai “tahun-tahun yang hilang”.
Ia mengaku kerap mengalami perubahan suasana hati ekstrem tanpa mengetahui penyebabnya.
“Suami pertama saya pernah berkata bahwa saya memiliki kegembiraan luar biasa sekaligus kesedihan mendalam. Itu memang benar adanya,” katanya.
Hamilton juga menggambarkan episode manik yang pernah ia alami sebagai masa penuh energi namun berbahaya.
“Saya bisa bertahan hanya dengan empat jam tidur per malam selama bertahun-tahun. Rasanya luar biasa, tapi pada saat yang sama ada banyak amarah yang keluar,” jelasnya.
Karena itu, ia memutuskan berbicara terbuka dengan harapan bisa menghapus stigma seputar gangguan kesehatan mental.
“Saya ingin menormalkan kata ‘penyakit mental’. Seseorang harus berani bicara agar orang lain juga bisa mencari bantuan,” selorohnya.


