TERMINALNEWS.ID, LONDON – Kemenangan tipis 1-0 Arsenal atas West Ham United dalam lanjutan Liga Inggris pada Minggu memunculkan kontroversi besar terkait keputusan VAR di menit-menit akhir pertandingan.
Gol tunggal Leandro Trossard pada menit ke-83 membuat Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan lima poin atas Manchester City, ketika kompetisi hanya menyisakan dua laga lagi.
Namun, drama terjadi pada masa injury time babak kedua saat West Ham sempat merasa berhasil menyamakan kedudukan. Gol tersebut akhirnya dianulir setelah VAR melakukan pemeriksaan selama empat menit karena dianggap terjadi pelanggaran terhadap kiper Arsenal, David Raya.
Wasit VAR Darren England meminta wasit utama Chris Kavanagh untuk meninjau ulang insiden melalui monitor di pinggir lapangan. Setelah melihat tayangan ulang, Kavanagh memutuskan memberikan pelanggaran untuk Arsenal akibat kontak Pablo terhadap Raya.
Keputusan tersebut memicu perdebatan di kalangan pengamat sepak bola. Sejumlah pundit seperti Wayne Rooney dan Gary Neville menilai Kavanagh sudah mengambil keputusan yang tepat.
Namun, mantan kiper Manchester United Peter Schmeichel dan Shay Given justru menilai keputusan itu keliru.
Schmeichel bahkan melontarkan kritik keras terhadap keputusan VAR tersebut.
“Apa yang membuat saya benar-benar marah adalah Arsenal tidak akan berada di puncak klasemen jika itu dianggap pelanggaran,” ujar Schmeichel kepada Viaplay.
“Mereka mencetak banyak gol dengan cara menghalangi pemain lawan, menarik, dan berbagai hal lainnya. Lalu sekarang situasinya berbeda.”
Ia juga mempertanyakan lamanya proses pengecekan VAR.
“VAR membutuhkan lima menit untuk memutuskan. Darren England terus memutar ulang tayangan berkali-kali. Itu sendiri menunjukkan adanya keraguan besar sehingga seharusnya tidak bisa disebut pelanggaran.”
“Saya benar-benar tidak mengerti kenapa tiba-tiba itu dianggap pelanggaran, padahal sepanjang musim keputusan seperti itu tidak pernah diberikan.”
Eks Wasit Usulkan Perubahan Aturan Sepak Bola
Di tengah kontroversi tersebut, mantan asisten wasit Premier League, Darren Cann, mengusulkan perubahan besar terhadap aturan sepak bola untuk menghindari polemik serupa di masa depan.
Dalam program Match of the Day 2, Cann menilai pemain menyerang seharusnya tidak diperbolehkan berada di area kotak enam yard sebelum sepak pojok dilakukan.
“Saya merasa sudah waktunya ada perubahan aturan, di mana tidak ada pemain menyerang yang boleh berada di kotak enam yard sebelum tendangan sudut diambil,” kata Cann.
Ia menjelaskan bahwa dalam situasi tendangan gawang, penyerang tidak diperbolehkan berada di area penalti. Karena itu, aturan serupa dinilai bisa diterapkan saat sepak pojok.
“Banyak tim saling tarik-menarik dan berduel sebelum bola masuk permainan. Dalam kondisi itu, wasit tidak bisa memberikan penalti atau tendangan bebas tidak langsung karena bola belum aktif.”
“Perubahan ini akan menciptakan jarak alami antarpemain dan menghilangkan situasi kontroversial seperti yang terjadi hari ini,” tambahnya.
West Ham dijadwalkan menghadapi Newcastle United pada 17 Mei mendatang, sementara Arsenal akan menjamu Burnley sehari setelahnya.


