BANDUNG, TERMINALNEWS.ID – Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KemenKop UKM) melalui Deputi Bidang Usaha Mikro memfasilitasi 18 pengusaha mikro terkurasi untuk menjalin kemitraan dengan para Kepala Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Yayasan Mitra Dapur SPPG di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung, dan sekitarnya.
Langkah strategis ini disampaikan dalam acara bertajuk Temu Mitra: Perluasan Keterlibatan UMKM dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa (PPYD) Alkasyaf, Cileunyi, pada Jumat (1/8/2025).
Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKop UKM, Riza Damanik, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari perluasan peran UMKM dalam rantai pasok program MBG.
Program ini diharapkan dapat mendorong pelaku usaha mikro untuk naik kelas serta memperkuat ekosistem pangan bergizi yang inklusif.

“UMKM memiliki posisi strategis dalam mendukung kesuksesan program Makan Bergizi Gratis, yang menjadi bagian dari upaya mencetak generasi Indonesia yang sehat dan unggul,” ujar Riza.
UMKM Terlibat di Tiga Titik Utama Ekosistem MBG
Melalui forum ini, sebanyak 18 UMKM yang telah mengikuti program pendampingan intensif selama tiga bulan diperkenalkan sebagai penyedia produk terkurasi. Kemitraan resmi juga ditandatangani antara kepala SPPG dan yayasan mitra dapur dengan para pelaku UMKM yang telah dikurasi.
Riza menjelaskan bahwa UMKM akan dilibatkan dalam tiga titik utama ekosistem MBG:
-
Sebagai pemasok bahan baku (hulu),
-
Penyedia jasa boga di dapur SPPG (dapur),
-
Serta pengelola limbah makanan (hilir).
“UMKM harus bisa menangkap peluang ekonomi dari program MBG, dengan terus menjaga kualitas produk dan meningkatkan manajemen usaha,” tambahnya.
Dukungan 4 Pilar untuk UMKM Naik Kelas
KemenKop UKM juga menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan UMKM melalui empat pilar utama, yaitu:
-
Peningkatan kapasitas manajemen usaha,
-
Akses permodalan dan pembiayaan,
-
Legalitas dan perlindungan usaha,
-
Peningkatan produktivitas melalui digitalisasi, kemitraan rantai pasok, dan perluasan pasar.
Sebagai contoh keberhasilan model kemitraan MBG, Riza turut memaparkan capaian CV ST Jaya Mandiri, salah satu UMKM mitra dapur SPPG yang berhasil meningkatkan omzet hingga Rp1,8 miliar per tahun serta menciptakan lapangan kerja bagi 15 ibu rumah tangga di sekitarnya.

“Temu Mitra ini bukan sekadar seremoni. Ini langkah nyata membuka akses pasar dan memperkuat peran UMKM dalam ekosistem pangan bergizi yang berkelanjutan,” tegas Riza.
Dengan semangat kolaborasi, Kementerian UMKM berharap kegiatan ini menjadi awal dari lahirnya lebih banyak SPPG Ramah UMKM yang dapat memperkuat ekonomi rakyat dari desa hingga kota, serta mendorong pengusaha mikro untuk naik kelas melalui program Makan Bergizi Gratis.


