JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menyatakan bahwa pelaku UMKM kini memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar global secara lebih mudah dan efisien.
Dalam acara Anak Muda Bisa Ekspor yang digelar di SMESCO, Jakarta, Kamis (20/2), Wamen Helvi mengungkapkan bahwa Kementerian UMKM, SMESCO, dan Shopee Indonesia berkolaborasi untuk menginisiasi program Anak Muda Bisa Ekspor.

Program ini bertujuan memperluas akses pasar bagi UMKM ke 10 negara dalam jaringan Shopee, termasuk di Asia Tenggara hingga Brasil, dengan tahap awal percontohan di Malaysia.
“Kami berharap inisiatif ini tidak hanya menjadi momentum bagi UMKM untuk go global, tetapi juga menginspirasi lebih banyak wirausahawan muda agar berani menembus pasar internasional,” ujar Wamen Helvi.
Sebanyak 18 UMKM sektor fesyen telah terpilih melalui proses kurasi dan inkubasi. Mereka akan mengikuti berbagai kegiatan strategis seperti fashion show, showcase produk UMKM, Focus Group Discussion bertajuk Jagoan Fashion, serta Inagurasi Asosiasi Penjual Online.
“Program ini bertujuan memberdayakan wirausahawan muda agar mampu bersaing di pasar internasional,” tambah Wamen Helvi.
Selain memperluas akses pasar, peningkatan kualitas produk UMKM menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional.
Wamen Helvi menegaskan bahwa menjaga mutu serta memperluas akses pasar sangat penting agar UMKM semakin berdaya saing dan memberikan dampak positif bagi ekonomi Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, turut mengapresiasi kolaborasi ini.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting dalam mendukung pertumbuhan UMKM.
“Kolaborasi adalah visi Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam sektor UMKM karena UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia,” ujar Raffi.
Sebagai perwakilan generasi muda, Raffi juga mengingatkan agar UMKM tidak ditinggalkan karena memiliki keterkaitan erat dengan dunia anak muda.
Ia menekankan pentingnya pendampingan serta perluasan akses bagi UMKM di daerah agar semakin berkembang.
Program Anak Muda Bisa Ekspor juga mendapat dukungan dari Shopee Indonesia yang menyediakan pelatihan dan pendampingan bagi 18 UMKM hasil kurasi SMESCO.
Lebih dari 700 produk fesyen hasil kurasi kini bisa ditemukan oleh pembeli Shopee di Indonesia dan Malaysia, termasuk produk seperti busana muslim, pakaian olahraga, serta fesyen pria, wanita, dan anak.

Head of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, menegaskan bahwa Shopee sangat antusias bisa bekerja sama dengan Kementerian UMKM dan SMESCO dalam mendukung ekspor produk lokal.
“Kerja sama ini menjadi milestone penting karena semakin banyak produk UMKM Indonesia yang kini bisa diakses oleh pembeli luar negeri,” ujar Radynal.
Shopee juga terus memperkuat programnya dengan dukungan dari Kementerian UMKM dan SMESCO, salah satunya melalui kanal Shopee Pilih Lokal yang mencatat peningkatan penjualan hingga 200 persen pada 2024.
Dengan strategi promosi dan pendampingan yang kuat, diharapkan lebih banyak UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global.


