JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Sabtu 10 Mei 2025, pukul 08.00 wib terlihat sekitar dua ratusan pesepeda dari berbagai komunitas sepeda, berkumpul di rumah makan Ampera Kalimalang jakarta dan menuju rumah kediaman keluarga Almarhumah Lulu Junayah, untuk memberikan dukungan kepada orang tua Lulu Junayah, pesepeda yang meninggal dunia ketika bersepeda di jalur sepeda dijalan Thamrin Jakarta Pada hari jumat tanggal 25 April 2025 lalu.
“Ini adalah bentuk solidaritas dari komunitas sepeda untuk keluarga almarhum Lulu Junayah, kami ikut merasakan kehilangan teman pesepeda meskipun kami tidak mengenal saudari Lulu Junayah secara personal tetapi, karena kami bagian dari komunitas yang peduli akan kesehatan, peduli akan udara bersih, peduli terhadap lingkungan yang sehat yang terlebih lagi kami peduli akan polusi udara yang sudah memprihatinkan di kota kota besar di Indonesia. Oleh karena kami selalu dan akan terus gowes bersepeda,” ungkap Bramandaru, Penasehat komunitas sepeda Godidem yang ditemui pada acara #GowesUntukLulu.
#GowesUntukLulu ini dijelaskan oleh Bramandaru adalah bentuk dukungan para pesepeda dan ikut berbela rasa bagi kedua orang tuanya Almarhumah Lulu Junayah yaitu Bapak Uung dan ibu.

“Kami Gowes dari Tanjung Priok menuju Pondok Kelapa Duren Sawit Jakarta Timur untuk ikut menguatkan kedua orang tua Saudari Almarhumah Lulu Junayah ini,” timpal Suharto salah satu anggota Komunitas Sepeda Gowes Diem diem (Godidem).
Ditempat yang sama Ardiansyah selaku RW dari lingkungan keluarga Almarhumah Lulu Junayah tinggal menyebutkan bahwa pihaknya juga merupakan komunitas sepeda di Jakarta.

“Komunitas sepeda kami adalah Gocapan 11 dan juga saya sebagai ketua RW dikelurahan Pondok Kelapa Kecamatan Duren Sawit dimana Almarhumah Lulu tinggal,” ujar Ardiansyah.
Disebutkan oleh Ardiansyah apa yang dilakukan pagi ini oleh komunitas sepeda adalah suatu kegiatan yang sangat Mulia, terkait dengan kepedulian, persaudaraan antar komunitas dan antar manusia.
“Kalau dengan kejadian Almarhumah Lulu ini, meskipun kita sudah berjalan dijalur sepeda masih ada kendala dan hal hal sehingga ada musibah. Barangkali dari sini saya menghimbau kepada pemerintah memberikan sosialisasi dan untuk lebih lagi mempertahatikan sarana dan prasarana terkait dengan kebutuhan jalur sepeda yang memang dikhususkan untuk bersepeda termasuk juga trotoir khusus untuk pejalan kaki,” tuturnya.

Dikatakannya, mungkin dengan alasan macet hingga kendaraan bermotor mengambil jalan untuk sepeda maupun pejalan kaki ini tidak dapat dibenarkan dan ini juga harus tegas apa yang harus dilakukan oleh Pemerintah.
“Dan saya menghimbau kepada pemerintah jakarta lebih melakukan pengawasan bagi jalur bagi pesepeda dan semoga kejadian yang dialami oleh Rekan kita Almarhumah Lulu Junayah tidak terulang lagi,” papar Ardiansyah ketua RW 11 Pondok Kelapa Duren sawit Jakarta Timur.
Untuk itu ia berharap semoga Pemerintah Provinsi Jakarta dapat memberikan pengawasan yang maksimal lagi kepada jalur sepeda mengingat giat para pesepeda sudah semakin ramai dan masif oleh para pesepeda itu sendiri.
“Para pesepeda adalah orang-orang yang peduli akan kesehatannya, juga peduli akan lingkungan yang bersih lagi sehat, dan yang juga penting dengan bersepeda kita dapat menekan tingkat emisi karbon di kota besar seperti kota Jakarta ini,” urainya.


