JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Bupati Halmahera Tengah turun tangan merespons isu mogok kerja tenaga medis di RSUD Weda.
Dalam rapat koordinasi bersama Dinas Kesehatan dan jajaran dokter spesialis, Rabu (25/2/2026), pemerintah daerah memastikan pelayanan rumah sakit tetap berjalan normal dan tidak ada aksi penghentian layanan.
Langkah cepat tersebut diambil guna meredam kekhawatiran publik terkait kabar terganggunya pelayanan kesehatan akibat keterlambatan insentif tenaga medis.
Bupati menegaskan, informasi yang beredar tidak benar dan berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat.
“Jangan sampai informasi yang belum jelas menyebar dan membuat masyarakat berpikir dokter mogok kerja. Korbannya adalah masyarakat. Ini menyangkut etika ASN dan nama baik pemerintah. Mari kita jaga soliditas,” tegas Bupati dalam rapat yang digelar di ruang pertemuan RSUD Weda.
Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh terganggu oleh persoalan administratif internal. Ia meminta seluruh pihak untuk tidak mempolitisasi isu yang belum terverifikasi.
Direktur RSUD Weda, dr. Sukri Soamole, menjelaskan bahwa persoalan yang terjadi bukan terkait gaji pokok tenaga medis, melainkan insentif daerah yang sedang dalam proses administrasi pencairan.
Ia merinci, insentif dokter spesialis periode Januari–Februari 2026 telah dialokasikan dan hanya menunggu penyelesaian input dalam sistem keuangan daerah.
“Pelayanan di poliklinik, IGD, maupun rawat inap berjalan seperti biasa. Insentif ini adalah bentuk penghargaan daerah dan akan segera terealisasi setelah proses administrasi selesai,” ujar dr. Sukri.
Adapun rincian insentif yang dialokasikan pemerintah daerah yakni:
- Dokter Spesialis PNS (4 orang): Rp55 juta per bulan per orang.
- Dokter Spesialis Non-ASN/Kontrak (5 orang): Rp50 juta per bulan per orang.
Total anggaran insentif untuk dua bulan tersebut mencapai ratusan juta rupiah. Pemerintah daerah memastikan seluruh hak tenaga kesehatan tetap menjadi prioritas, namun harus mengikuti mekanisme keuangan yang berlaku.
Dalam rapat tersebut, jajaran dokter spesialis yang hadir menyatakan komitmennya untuk tetap menjalankan tugas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Beberapa dokter dari bidang bedah, anak, penyakit dalam, hingga kandungan menegaskan tidak pernah ada kesepakatan mogok kerja.
Salah satu dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn), dr. Umi Yanti, menyampaikan apresiasi atas perhatian langsung Bupati terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menegaskan bahwa seluruh layanan di RSUD Weda, termasuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat inap, serta layanan poliklinik spesialis, tetap beroperasi normal tanpa gangguan.
Selain memastikan penyelesaian insentif dokter, Pemda Halmahera Tengah juga memaparkan berbagai program perlindungan sosial yang telah dianggarkan pada 2026 dengan total mencapai Rp9 miliar.
Program tersebut meliputi:
- Insentif lansia, janda, dan penyandang disabilitas sebesar Rp500 ribu per bulan.
- Insentif ibu hamil dan menyusui sebesar Rp1 juta per bulan.
- Beasiswa pendidikan bagi tenaga kesehatan yang melanjutkan studi spesialisasi.
Bupati menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat sistem layanan kesehatan daerah.
Namun demikian, ia mengakui bahwa tantangan utama Halmahera Tengah saat ini adalah keterbatasan jumlah tenaga medis.
Berdasarkan evaluasi Dinas Kesehatan, daerah tersebut masih membutuhkan sedikitnya 13 dokter tambahan untuk mengoptimalkan pelayanan di seluruh wilayah kabupaten.
Kekurangan tenaga medis ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama dalam rangka memperluas cakupan layanan kesehatan hingga ke wilayah terpencil.
Dengan adanya klarifikasi resmi ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Bupati menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap fasilitas layanan kesehatan daerah. Ia memastikan pemerintah daerah terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan RSUD Weda, baik dari sisi fasilitas, SDM, maupun kesejahteraan tenaga medis.
“Kami pastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal. Pemerintah hadir untuk menjamin hak masyarakat mendapatkan layanan kesehatan terbaik,” tegasnya.
Isu mogok kerja RSUD Weda dipastikan tidak berdasar. Pemerintah daerah bersama manajemen rumah sakit dan tenaga medis berkomitmen menjaga stabilitas pelayanan kesehatan demi kepentingan masyarakat Halmahera Tengah.


