JAKARTA, TERMINALNEWS.ID, – Chief de Mission Kontingen Olimpiade Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan Aquatik target minimal loloskan 2 perenang ke Olimpiade Paris 2024. Target PB Aquatik Indonesia tersebut diharapkan sudah bisa diketahui pada bulan Juni 2024.
“Jadi untuk aquatik, insya Allah kita dapat dua tiket Wild Card, dan kemungkinan besar ya tentu kita mendapatkan wakil untuk satu perenang perempuan, satu laki laki,” kata Anindya Novyan Bakrie dalam buka puasa bersama dengan tema “72 Tahun Menjaga Merah Putih” yang diselenggarakan di Hotel Bidakara Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Kamis 28 Maret 2024.
PB Aquatik Indonesia saat ini juga mempersiapkan atletnya untuk mengikuti beberapa kejuaraan renang yang menjadi ajang babak kualifikasi Olimpiade Paris Perancis 2024. PB AI siap mengirimkan atletnya untuk mengikuti babak kualifikasi Olimpiade yang diselenggarakan di Singapura akhir bulan Maret 2024.
Selanjutnya dalam pengumpulan point untuk mengejar tiket Olimpiade Paris 2024, PB AI juga akan mengirimkan perenangnya untuk mengikuti kejuaraan renang yang digelar di Malaysia pada April 2024.

PB Aquatik Indonesia juga akan terus mengirimkan perenang potensialnya untuk bertarung di kejuaraan renang yang menjadi babak kualifikasi Olimpiade Paris yaitu di Amerika Serikat pada bulan Mei 2024. Hal ini untuk memastikan atletnya bisa merebut tiket Olimpiade Paris, baik secara prestasi maupun dari Wild Card yang diberikan oleh IOC.
“Jadi bulan ini ada kualifikasi, maksudnya pertandingan untuk kualifikasi di Singapura, lalu bulan depan April di Malaysia, lalu bulan Mei sudah mulai di Amerika. Jadi seperti yang disampaikan oleh Presiden Mose, kita terus latihan, walaupun mendapatkan wild card tapi kita juga ingin memberikan waktu yang terbaik,” kata Chief de Mission Olimpiade Paris Anindya Bakrie.
Dengan beberapa even renang yang akan diikuti leh para perenang Indonesia dalam waktu dekat tersebut, diharapkan mereka bisa mendapatkan tiket olimpiade lewat catatan waktu terbaiknya.
“Jadi mudah-mudahan perenang-perenang kita yang muda, baik perempuan, maupun laki-laki bisa bertanding di Olimpiade Paris 2024. Kapan penentuan untuk cabang renang mendapatkan tiket ke Olimpiade Paris?, Keliatannya di bulan Juni juga,” tambah Anindya Bakrie, Chief de Mission Kontingen Olimpiade Indonesia.
Meski demikian Anindya Bakrie yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB Aquatik Indonesia belum mengungkapkan nama nama perenangnya yang diharapkan lolos ke Olimpiade. Anin hanya memberikan bocorsoal catatan waktu mereka yang semakin hari semakin cepat.
“Udah, udah ada beberapa nama yang kita monitor, tapi supaya angkanya benar-benar presisi, kita tentukan di Juni. Berarti bisa dikatakan Juni akan menjadi data terakhir bagi Indonesia siapa saja atlet dan dari mana cabornya yang berhasil meloloskan atletnya menuju ke Paris 2024,” tutur Anin.
Hal ini dilakukan karena masih banyak cabang olahraga yang belum meloloskan atletnya dari perkiraan jumlah atlet antara 20 hingga 30 atlet yang bisa mewakili Indonesia di Olimpiade Paris 2024. CdM dan KOI saat ini hanya bisa memantau perkembangan setiap cabor dalam mendukung atletnya untuk merebut tiket Olimpiade 2024.
Berdasarkan data saat ini yang masih meloloskan 9 atlet dari 7 nomor membuat KOI dan CdM Kontingen Olimpiade Indonesia belum bisa menetapkan target sasaran yang ingin dicapai terkait berapa medali yang akan diperoleh Kontingen Indonesia.
“Persis yang tadi juga disampaikan bahwa memang setiap cabang olahraga punya strategi sendiri, hitungannya sendiri. Dan nanti kami bersama NOC akan mengakumulasi semuanya sehingga kita bisa memberikan target yang pas, yang benar-benar achievable. Tapi tentu di setiap even kita pengen selalu lebih baik,” tutur Anin.
“Dan mudah-mudahan kita terus berjuang keras, beberapa waktu yang lalu kita kumpulkan semua pemangku kepentingan dari atlet, juga pelatih, pimpinan cabang olahraga, komite olahraga, kementerian, dan kelihatannya semua satu kata bahwa bagaimana caranya agar kita disini bisa menjaga merah putih dan juga membuat Indonesia Raya berkumandan di Olimpiade Paris 2024,” tegasnya.
Srbagai Ketua Umum PB AI, Anindya Bakrie menginginkan ada perenangnya yang bisa memperoleh tiket OLimpiade lewat jalur prestasi. Anin ingin perenangnya bisa bersaing dan bertarung memperebutkan medali di Olimpiade dan tidak hanya menjadi peserta yang meramaikan Olimpiade saja.
“Oh siapa tahu 4, 8 tahun ke depan selain wildcard kita juga pengen lolos kualifikasi secara normal. Tapi memang kita masih banyak sekali yang harus diperbaiki dan kita kejar, tapi ini bisa menjadi cambuk semangat buat kita semua. Iya, jadi akan ada training center di Amerika untuk mengejar persiapan menuju Olimpiade Paris 2024,” pungkas Anin.


