JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto, menghadiri persemayaman Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Mayor Jenderal TNI (Purn.) I Gusti Kompyang (IGK) Manila, di Jakarta, Selasa (19/8/2025).
Kehadiran Airlangga sekaligus menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal luas sebagai “Bapak Wushu Indonesia”.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian IGK Manila.
Menurutnya, almarhum merupakan figur penting yang memiliki kontribusi luar biasa bagi perkembangan olahraga wushu di Tanah Air.
“Berduka cita atas berpulangnya Bapak IGK Manila. Bagi kami di PB WI, beliau adalah bapak wushu Indonesia. Peran dan jasanya dalam perkembangan olahraga wushu sangat besar dan sulit tergantikan,” ujar Airlangga saat ditemui di ABN Jakarta.
Airlangga mengenang IGK Manila sebagai sosok yang konsisten hadir dalam setiap kegiatan pertandingan wushu, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dedikasinya terhadap cabang olahraga asal Tiongkok itu, kata Airlangga, menjadi teladan berharga bagi para atlet muda.
“Setiap pertandingan wushu, beliau selalu hadir. Semangat juang yang dimiliki almarhum menjadi teladan. Semangat dan disiplin adalah kunci untuk berlatih dan bertanding. Itu yang selalu beliau tekankan,” tambahnya.
IGK Manila, yang lahir di Bali pada 24 Desember 1943, dikenal sebagai tokoh militer, politikus, sekaligus penggerak olahraga nasional.
Latar belakangnya sebagai perwira tinggi TNI Angkatan Darat tidak menghalangi kiprahnya dalam memajukan berbagai bidang, termasuk olahraga bela diri.
Ia menjabat sebagai Ketua Umum PB WI selama beberapa periode dan dikenal sebagai sosok yang membawa wushu Indonesia ke level internasional.
Berkat kepemimpinannya, prestasi atlet-atlet Indonesia di kancah Asia maupun dunia terus meningkat, menjadikan Indonesia salah satu negara yang diperhitungkan dalam cabang olahraga ini.
Selain di wushu, IGK Manila juga tercatat memiliki kontribusi penting di dunia sepak bola. Ia pernah menjabat sebagai manajer Tim Nasional Indonesia pada SEA Games 1991 di Manila, Filipina.
Saat itu, Timnas Indonesia berhasil meraih medali emas, sebuah pencapaian bersejarah yang hingga kini tetap dikenang.
Keberhasilan tersebut menunjukkan kepiawaiannya dalam membina dan memotivasi atlet untuk mencapai prestasi tertinggi.
Tidak hanya dikenal di lingkaran olahraga, IGK Manila juga dihormati sebagai tokoh yang konsisten dalam menanamkan nilai disiplin, kerja keras, dan dedikasi.
Prinsip hidupnya sejalan dengan nilai yang selama ini dijunjung tinggi dalam olahraga.
Menurut sejumlah kalangan, IGK Manila selalu memberikan perhatian serius terhadap pembinaan atlet muda.
Ia percaya regenerasi merupakan kunci keberlangsungan prestasi, sehingga setiap potensi anak bangsa harus diberi kesempatan untuk berkembang.
Dedikasinya membuat IGK Manila mendapat julukan “Bapak Wushu Indonesia”, sebuah gelar yang lahir dari pengakuan masyarakat olahraga nasional.
Julukan itu bukan sekadar simbol, melainkan refleksi dari perjuangan panjangnya dalam mengangkat martabat wushu Indonesia di mata dunia.
Kehadiran Airlangga Hartarto dalam persemayaman IGK Manila juga menjadi representasi penghormatan dari dunia olahraga sekaligus pemerintahan.
Sebagai Ketua Umum PB WI, Airlangga menegaskan bahwa warisan perjuangan almarhum akan terus dijaga dan diteruskan oleh generasi penerus.
“Beliau selalu menekankan pentingnya disiplin dan semangat juang. Itu yang harus kita warisi dan lanjutkan, khususnya bagi para atlet muda. PB WI akan terus mengingat dan meneladani perjuangan beliau,” ucap Airlangga.
Dukacita juga mengalir dari berbagai kalangan olahraga nasional. Sejumlah mantan atlet wushu dan sepak bola mengingat IGK Manila sebagai sosok yang peduli, rendah hati, namun tegas dalam membina generasi penerus.
Banyak yang menyebut kepergian IGK Manila meninggalkan duka mendalam sekaligus kehilangan besar bagi dunia olahraga Indonesia.
IGK Manila meninggalkan jejak pengabdian panjang, baik sebagai perwira TNI, politisi, maupun penggerak olahraga.
Kiprahnya tidak hanya memperkuat posisi wushu di Indonesia, tetapi juga membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi sarana membangun karakter bangsa.
Bagi PB WI, almarhum akan selalu dikenang sebagai sosok yang menyalakan api semangat wushu Indonesia.
Bagi sepak bola nasional, namanya abadi sebagai manajer tim yang berhasil mempersembahkan medali emas di kancah SEA Games.
Dengan segala kontribusinya, IGK Manila akan terus hidup dalam kenangan para atlet, pelatih, serta masyarakat olahraga Indonesia.
Kehilangannya menjadi momentum untuk melanjutkan cita-cita besar yang ia rintis, yakni menjadikan olahraga sebagai bagian penting dalam pembangunan bangsa.


