BOGOR, TERMINALNEWS.ID – Indonesia menetapkan target ambisius untuk menjadi negara maju pada tahun 2045. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendapatan perkapita tahunan rata-rata harus mencapai USD 30.300. Sebagai perbandingan, pada tahun 2023,
PDB per kapita Indonesia masih berada di angka USD 4.919,7. Tantangan untuk mencapai target ini jelas membutuhkan usaha yang signifikan.
Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Hubungan Antar Lembaga, Riza Damanik mengatakan hal itu saat menjadi pembicara dalam acara Media Gathering Kementerian Koperasi dan UKM, Kamis (16/5/2024).
Acara Media Gathering Forwakop 2024 dibuka oleh Sekretaris KemenkopUKM, Arif Rahman Hakim. Hadir pula Kepala Biro Komunikasi Teknologi Informasi Budi Mustopo, Kabag Humas Edy Yanto, dan para wartawan yang tergabung dalam Forwakop.
“Diperlukan upaya untuk meningkatkan pendapatan hingga 5-6 kali lipat dari yang diperoleh saat ini untuk bisa menjadi negara maju. Ini tidak mudah mengingat mayoritas struktur usaha adalah usaha mikro,” kata Riza.
Salah satu strategi utama untuk mencapai status negara maju adalah dengan mendorong peningkatan kelas usaha. Strategi ini diharapkan dapat langsung meningkatkan pendapatan para pelaku usaha.
“Pelaku usaha mikro perlu melakukan agregasi dan berkumpul berdasarkan klaster atau membentuk koperasi agar produktivitas dan hasilnya lebih tinggi,” jelas Riza.
Riza juga mengungkapkan bahwa saat ini struktur usaha nasional didominasi oleh usaha mikro yang mencapai 99,62 persen, usaha kecil 0,30 persen, usaha menengah 0,06 persen, dan usaha besar hanya 0,01 persen.
Dengan struktur usaha yang demikian, Riza menekankan perlunya komitmen kuat dan serius dari pemerintah untuk mencapai target Indonesia maju dengan memastikan sektor usaha lebih fokus pada pengembangan sektor industri dan jasa. Hal yang paling penting adalah menciptakan lapangan kerja kelas menengah.
“Struktur ekonomi yang seperti ini tentu akan menyulitkan kita untuk menjadi negara maju. Salah satu pekerjaan besar adalah menciptakan industri menengah yang menjadi agregator bagi usaha kecil,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Riza Damanik kembali menegaskan pentingnya upaya meningkatkan pendapatan hingga 5-6 kali lipat dari saat ini untuk memenuhi syarat sebagai negara maju. Strategi peningkatan kelas usaha melalui agregasi dan pembentukan koperasi diharapkan dapat secara langsung meningkatkan produktivitas dan pendapatan pelaku usaha.
Dengan mayoritas struktur usaha yang masih didominasi oleh usaha mikro, diperlukan komitmen kuat dari pemerintah untuk memastikan target Indonesia maju dapat tercapai melalui pengembangan sektor industri dan jasa serta penciptaan lapangan kerja kelas menengah. Struktur ekonomi yang lebih seimbang akan menjadi kunci dalam mencapai tujuan ini.


