TERMINALNEWS.ID, MADRID – Pelatih asal Portugal, Jose Mourinho, dikabarkan sudah mulai membahas masa depan tiga pemain utama Real Madrid bersama presiden klub, Florentino Perez, jelang kemungkinan penunjukannya pada musim panas mendatang.
Jose Mourinho disebut menjadi kandidat terdepan untuk menangani Los Blancos secara permanen setelah kepergian Xabi Alonso. Saat ini, Madrid sedang menjalani periode sulit di bawah pelatih interim Alvaro Arbeloa.
Situasi ruang ganti klub disebut memanas dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan mencapai puncaknya ketika gelandang Uruguay, Federico Valverde, harus menjalani perawatan di rumah sakit usai terlibat bentrok dengan Aurelien Tchouameni dalam sesi latihan awal pekan ini.
Jose Mourinho diyakini percaya bahwa gaya kepelatihannya yang tegas mampu mengembalikan disiplin dan stabilitas di dalam skuad. Dalam pembicaraan awal dengan Perez, mantan pelatih Chelsea dan Manchester United itu disebut telah menyampaikan pandangannya mengenai masa depan Tchouameni, Valverde, dan juga bintang Prancis, Kylian Mbappe.

Sejumlah pemain inti Madrid juga akan habis kontrak musim panas ini, termasuk Antonio Rudiger, David Alaba, dan Dani Carvajal. Sementara itu, cedera lutut serius yang dialami Ferland Mendy berpotensi membuatnya absen sepanjang musim depan.
Di sisi lain, manajemen Madrid juga dikabarkan mulai frustrasi dengan perlakuan sebagian suporter terhadap Mbappe. Meski menjadi top skor UEFA Champions League dan masuk kandidat kuat Ballon d’Or, pemain berusia 27 tahun itu masih mendapat kritik terkait etos kerjanya di lapangan.
Mourinho diyakini merasa dirinya mampu menyatukan kembali ruang ganti, suporter, dan manajemen klub yang mulai terpecah akibat berbagai masalah internal.
Selain itu, laporan yang sama menyebut Mourinho telah mengajukan 10 tuntutan kepada Perez sebelum menerima pekerjaan tersebut. Salah satu permintaannya adalah kontrak minimal dua tahun dengan nilai yang diperkirakan mencapai 12 juta euro per musim atau sekitar Rp210 miliar per tahun.
Tak hanya itu, Mourinho juga meminta kendali penuh dalam membenahi departemen medis klub yang dianggap bertanggung jawab atas meningkatnya jumlah cedera pemain. Ia juga dikabarkan hanya ingin berkomunikasi langsung dengan Perez dan menolak campur tangan pemain dalam menentukan susunan tim.


