TERMINALNEWS.ID, DILI – Musisi asal Timor Leste, Abio Salsinha, mengaku bangga karena musik berbahasa Tetum kini semakin diterima masyarakat Indonesia.
Lewat sejumlah karya yang ia ciptakan, Abio berhasil membawa nuansa musik khas Timor Leste menembus pasar hiburan internasional dan mendapat sambutan positif dari penikmat musik Tanah Air.
Pria yang berasal dari Distrik Liquiça, Desa Açomano, itu menyebut salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan kariernya datang dari lagu KTM – Koalia Tok Mai. Dalam bahasa Indonesia, “Koalia Tok Mai” memiliki arti “Coba Katakan”.
Lagu tersebut dipopulerkan oleh Vanny Vabiola dan berhasil meraih sekitar 8,9 juta penonton di platform digital. Kesuksesan itu kemudian berlanjut melalui versi lain yang dibawakan Putry Passanea dengan nuansa musik Ambon dan lirik berbahasa Indonesia.

Versi tersebut juga mendapat sambutan hangat dengan capaian sekitar 1,3 juta penonton. Sementara karya lain yang dibawakan Andre tercatat telah ditonton sekitar 2 juta kali.
Menurut Abio, capaian tersebut menjadi bukti bahwa musik dari Timor Leste mampu diterima masyarakat luas, khususnya di Indonesia. Ia menilai kedekatan budaya dan hubungan persaudaraan antara kedua negara menjadi kekuatan besar dalam membangun koneksi melalui musik dan industri hiburan.
“Musik bisa menyatukan persaudaraan antara Timor Leste dan Indonesia. Saya bangga karena karya dari Timor Leste bisa diterima dan dicintai masyarakat Indonesia,” ujar Abio.

Abio juga menyampaikan rasa terima kasih kepada sejumlah musisi Indonesia yang selama ini mendukung perjalanan kariernya. Beberapa nama yang ia sebut antara lain Ayu Ting Ting, Lesti Kejora, Bunga Citra Lestari, Judika, hingga Ahmad Dhani.
Tak hanya populer di kalangan masyarakat, lagu KTM – Koalia Tok Mai juga disebut menjadi salah satu lagu favorit Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmão.
Abio menjelaskan, lagu tersebut mengangkat kisah cinta tentang pengorbanan, kesetiaan, dan keberanian mengambil keputusan dalam sebuah hubungan. Ceritanya menggambarkan seseorang yang telah memberikan seluruh cinta dan kesetiaan kepada pasangannya, namun tetap dikhianati karena sang pasangan masih melirik orang lain.
“Semua keinginannya selalu dituruti, semua rasa cinta dan kesetiaan sudah diberikan, tetapi dia masih melihat orang lain. Karena itu harus ada keputusan yang jelas, pilih dia atau pilih saya,” ungkapnya.
Melalui lagu tersebut, Abio ingin menyampaikan pesan bahwa hubungan yang dipenuhi ketidakpastian harus diselesaikan dengan keberanian dan kejujuran agar tidak berakhir dengan kekecewaan.

Ke depan, Abio berharap kolaborasi antara pelaku industri hiburan Timor Leste dan Indonesia semakin berkembang dan mampu mempererat hubungan persaudaraan kedua negara melalui dunia musik dan entertainment.
“Salam selalu kompak dari Timor Leste. Semoga kita semakin bersatu dalam dunia musik dan entertainment,” tutup Abio.


