LONDON, TERMINALNEWS.ID – Arsenal harus menelan kekalahan penting saat menghadapi Manchester City dalam laga penentuan gelar Premier League. Hasil ini membuat tekanan terhadap The Gunners semakin besar di sisa musim.
Bertandang ke markas City, Arsenal datang dengan catatan buruk—belum pernah menang tandang melawan rival perebutan gelar tersebut sejak 2015. Tim asuhan Mikel Arteta langsung tertekan sejak awal pertandingan.
City membuka keunggulan melalui Rayan Cherki yang mencetak gol usai aksi individu impresif di dalam kotak penalti. Namun Arsenal sempat menyamakan kedudukan hanya beberapa menit kemudian setelah blunder kiper Gianluigi Donnarumma dimanfaatkan Kai Havertz.
Meski demikian, kemenangan akhirnya menjadi milik City. Erling Haaland mencetak gol penentu pada menit ke-60-an, memastikan tiga poin bagi tim asuhan Pep Guardiola.
Kemenangan ini membuka peluang City untuk menyalip Arsenal di puncak klasemen jika mampu mengalahkan Burnley pada laga berikutnya.
Fans Kehilangan Kesabaran
Kekalahan ini memicu reaksi keras dari fans Arsenal, terutama terhadap sang kapten, Martin Odegaard. Banyak pendukung menilai performanya musim ini jauh dari harapan.
Sepanjang musim, Odegaard baru mencetak satu gol dan lima assist. Performa tersebut dinilai menurun, apalagi ia kerap diganggu cedera.
Sejumlah fans bahkan menyerukan agar pemain berusia 27 tahun itu dijual pada bursa transfer musim panas mendatang. Beberapa komentar di media sosial menyebutkan:
-
“Jika Arteta pergi musim panas ini, Odegaard juga harus pergi. Saatnya perubahan.”
-
“Tidak ada alasan Odegaard tidak dijual musim panas ini.”
-
“Sudah waktunya mencoba sesuatu yang berbeda di lini tengah.”
-
“Saya menghargai kontribusinya, tapi dia bukan pemain yang sama lagi.”
Legenda Arsenal, Tony Adams, juga ikut mengomentari situasi tersebut. Ia menilai gelandang anyar Declan Rice lebih layak menjadi kapten tim.
Menurut Adams, Rice memiliki kualitas kepemimpinan yang lebih kuat dan dapat membawa perubahan di dalam skua
Arsenal sendiri belum memenangkan gelar Premier League selama 22 tahun. Dengan musim yang semakin mendekati akhir, tekanan terhadap klub semakin meningkat—baik dalam perburuan gelar maupun keputusan penting di bursa transfer mendatang.
Jika Arsenal gagal juara, bukan tidak mungkin perubahan besar akan terjadi, termasuk di lini tengah yang saat ini dipimpin Odegaard.


