BerandaNasionalDua Kecamatan Di Bogor...

Dua Kecamatan Di Bogor Berinisiatif Terus Monitoring Kinerja Dapur SPPG MBG

Laporan wartawan Terminalnews.co/JJ Sukapura

BOGOR, TERMINALNEWS.ID – Meski secara resmi pemerintah Kecamatan belum mengantungi Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) maupun Petunjuk Teknis (Juknis) dari Pemerintah Pusat soal kewenangan, namun bagi Dua Pemerintah Kecamatan (Pemcam) di Kabupaten Bogor yakni, Cijeruk dan Kecamatan Dramaga, berjanji akan terus berinisiatif melakukan monitoring pada semua kegiatan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada diwilayahnya agar tidak menimbulkan masalah.

Perihal ini dibenarkan Moch. Sobar Mansoer Camat Cijeruk yang diawal tahun 2026 lalu memberanikan diri memanggil semua kepala SPPG di Cijeruk berserta seluruh Mitra (Yayasan) untuk hadir dalam Rapat Kordinasi Evaluasi (Rakor Evaluasi) yang berlangsung di Aula kantor kecamatannya.

“Pemanggilan semua kepala SPPG MBG berserta mitra (Yayasan) di Cijeruk pada agenda Rakor Evaluasi di Kecamatan, hanya bermodal memberanikan diri saja, dengan tujuan agar selama pelaksanaan Makan Bergizi Gratis berlangsung, Pemerintah Kecamatan punya keinginan agar dalam pelaksanaannya nanti, tidak sampai menimbulkan masalah,” kata Moch. Sobar Mansoer Camat Cijeruk ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/4/2026).

Baca Juga :   Peradi Bandung Perkuat Soliditas, Yovie Megananda: Perbedaan Wajar, Persatuan Harga Mati

Moch. Sobar menegaskan, pemanggilan pihak pihak yang terlibat dalam Dapur SPPG MBG di Cijeruk ke Rakor Evaluasi awal 2026 lalu itu, terkait adanya keluhan yang datang dari siswa siswi penerima manfaat yang menyampaikan keluhan kepada gurunya soal mutu, laluq selanjutnya keluhan tersebut oleh gurunya dilanjutkan kepada sang petugas SPPG.

WhatsApp Image 2026 04 06 at 21.32.47
Dua Kecamatan Di Bogor Berinisiatif Akan Terus Monitoring Kinerja Dapur SPPG MBG – Moch. Sobar Mansoer Camat Cijeruk (foto JJ Sukapura)

“Tidak sampai disitu saja, sebab keluhan siswa siswi itupun diterima oleh pemerintah Kecamatannya, makanya Saya mencoba memberanikan diri memanggil semua kepala SPPG, Mitra pemilik yayasan, petugas MBG, termasuk mengundang Puskesmas, KUA, dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan untuk hadir dalam Rakornya,” tegasnya.

Sedangkan untuk urusan bahas membahas ada tidaknya izin pendirian SPPG MBG di Cijeruk, termasuk ada atau tidaknya Sertifikat yang dimiliki Chef sang juru masak MBG untuk 3000 penerima sambung Camat, pihak kecamatan tidak punya wewenang apa apa.

Agar diketahui, Jumlah titik lokasi Dapur MBG di Cijeruk ada 22 SPPG MBG, sedangkan yang baru berjalan ada 9 SPPG yang diantaranya masih melayani untuk 3000 jiwa, begitupun untuk jumlah penerima MBG di Cijeruk, sampai saat ini terhitung sebanyak 33.000 jiwa yang meliputi siswa Pesantren, Tsanawiyah, TK, SD, SMP, SMA, Ibu Hamil dan Balita.

Baca Juga :   "Menag Ajak Jemaah Katedral Jaga Warisan Pemikiran Paus Fransiskus"

“Sekali lagi untuk membahas ada atau tidaknya izin pendirian dapur SPPG MBG di Cijeruk, termasuk kepemilikan Sertifikat sang juru masak (Chef/Koki) untuk pemenuhan 3000 penerima MBG, sampai saat ini kami tidak punya wewenang. Tetapi mengenai upaya kelanjutan Monitoring yang dilakukan oleh Kecamatan dilapangan, tetap akan terus kami lakukan,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Atep S Sumaryo Camat Dramaga, bahkan pihaknya mengaku sudah melakukan pemantauan langsung kesemua dapur MBG pada malam hari.

“Pertama dilakukan Sidak, Tujuan kami hanya ingin mengetahui bagaimana kondisi para pekerja di dapur MBG pada malam hari, apakah pekerjanya mematuhi SOP yang ditentukan atau tidak?” Jelas Attep S Sumaryo.

Sidak kedua tambahnya, dilakukan bersama Forkopimcam ditemani seorang Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor.

Baca Juga :   Kemenpora RI Perangi Kecanduan Judi Online, Fokus Selamatkan Generasi Muda

“Sidak untuk kali kedua, hanya difokuskan pada lima titik Dapur SPPG dari 10 SPPG yang beroperasi di Dramaga, sementara pada saat ini di Dramaga sedang dipersiapkan 7 titik Dapur SPPG lagi, sehingga kini tercatat ada 17 SPPG berdiri di Dramaga, padahal untuk target SPPG di Dramaga hanya ditetapkan 13 SPPG, tetapi sekali lagi, hal itu bukanlah wenangan kami,” paparnya.

Bahkan dari tiga kali melakukan Sidak jelasnya, justru sempat ditemui ada aturan SOP yang tidak dipatuhi oleh beberapa Dapur SPPG MBG.

“Dalam sidak ketiga tersebut, Kami memergoki ada pegawai SPPG yang tidak mematuhi SOP, yaitu, si petugas yang keluar masuk dapur hanya memakai satu alas kaki saja, padahal didalam aturannya, jika si petugas keluar dapur, maka ia harus berganti alas kaki. Dan Alhamdulilah, setelah kami tegur, kini ada perbaikan,” urainya.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Helvi Moraza Harapkan Rakor KUR Indonesia Timur Perluas Pembiayaan UMKM

TERMINALNEWS.ID, TERNATE – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)...

PWI Kota Bogor Juara Mini Soccer Bupati Bogor Cup 2026, Tunjukkan Dominasi Sejak Laga Perdana

TERMINALNEWS.ID, BOGOR – Tim sepak bola Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota...

Herman Khaeron Dorong Sertifikasi Strategis Negara (BUMN) Wajib Melalui IDSurvey

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron mendorong...

Korsabhara Baharkam Polri Gelar Klarifikasi Risk Assessment di Sejumlah Hotel Berbintang Demi Tingkatkan Standar Keamanan Pariwisata Bali

TERMINALNEWS.ID, DENPASAR – Dalam rangka mendukung keberlangsungan industri kepariwisataan nasional serta...

- A word from our sponsors -

spot_img