PROBOLINGGO, TERMINALNEWS.ID – Seruan Bapa Suci Paus Leo XIV agar umat manusia bersatu menghadapi berbagai persoalan dunia mendapat sambutan nyata dari umat Katolik di Kuasi Paroki St. Paulus Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Dalam pidatonya di hadapan kaum muda di Vatikan pada 10 Januari 2026, Paus Leo XIV menegaskan pentingnya kebersamaan di tengah banyaknya persoalan dan kekhawatiran yang dihadapi manusia saat ini.
“Bagaimana kita menghadapi begitu banyak persoalan, dengan begitu banyak kekhawatiran? Bagaimana kita mengatasi kesepian, bagaimana kita bertahan? Jawabnya: we are not alone. Kita tidak sendirian!” ujar Paus.
Menindaklanjuti pesan tersebut, umat Katolik Kuasi Paroki St. Paulus Kraksaan bersama Ansor dan Banser Wilayah Kraksaan menggelar aksi sosial berupa pembagian paket sembako kepada warga sekitar gereja, Rabu (14/1/2026).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Panitia Natal, Sie Dekorasi Natal, dan Bidang Pelayanan Paroki. Paket sembako yang dibagikan merupakan hasil pembongkaran ornamen Natal berupa pohon dan gua Natal yang sebelumnya digunakan sebagai dekorasi gereja selama masa Natal.
Usai misa Pembaptisan Tuhan pada Minggu (11/1/2026) yang menandai berakhirnya masa Natal, umat secara gotong royong membungkus sembako tersebut untuk kemudian dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
Setiap paket sembako berisi 3 kilogram beras, 1 kilogram gula, 1 liter minyak goreng, 4 bungkus mi instan, 1 renteng kopi sachet, serta masing-masing 8 sachet minuman instan rasa jeruk dan cokelat.
Pembagian sembako diawali dengan sambutan Pastor Paroki St. Paulus Kraksaan, Romo Devit Setiawan Pr, dilanjutkan penyerahan simbolis oleh Romo Devit bersama Romo Fadjar Tedjo Soekarno Pr dan Andrik Sunyoto yang mewakili Ansor dan Banser.

Selanjutnya, pendistribusian paket sembako kepada warga dilakukan oleh anggota Banser.
Romo Fadjar menjelaskan, pembagian sembako kepada warga dilakukan menggunakan sistem kupon dengan kontribusi sebesar Rp15.000 per paket.
“Kebijakan ini dilakukan untuk menghindari isu kristenisasi, sekaligus sebagai bentuk penghargaan terhadap martabat warga penerima bantuan,” ujarnya.
Ia menambahkan, khusus untuk Ansor dan Banser, paket sembako diberikan secara gratis.
“Ansor dan Banser menerima 100 paket sembako dan mereka mendistribusikannya sendiri kepada para anggotanya,” tambah Romo Fadjar.

Aksi sosial tersebut menjadi puncak rangkaian perayaan Natal 2025 di Gereja Katolik St. Paulus Kraksaan yang mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.
Rangkaian perayaan dimulai sejak Minggu Adven Pertama pada 30 November 2025, dilanjutkan perayaan Natal pada 25 Desember 2025, Oktaf Natal, misa Pembaptisan Tuhan pada 11 Januari 2026, hingga ditutup dengan pembagian sembako.
Konsep perayaan Natal tahun ini terbilang unik. Dekorasi gua Natal, palungan, dan pohon Natal dibuat dari bahan sembako seperti beras, mi instan, gula, kopi, dan minuman instan yang disusun rapi sebagai ornamen gereja.
“Ini merupakan bentuk kepedulian umat terhadap sesama, terutama di tengah kondisi ekonomi yang semakin ketat. Umat diajak untuk menerapkan gaya hidup sederhana dan berbagi dengan keluarga pra sejahtera,” ujar Romo Devit.

Selain bernilai sosial, konsep tersebut juga ramah lingkungan. Menurut Romo Fadjar, penggunaan bahan sembako menjadikan dekorasi Natal bersifat zero waste.
“Patung dan lampu Natal disimpan untuk digunakan kembali, pot tanaman dikembalikan ke kebun gereja, dan sembako yang dipakai sebagai dekorasi dibagikan kepada warga yang membutuhkan,” jelasnya.
“Inilah wujud nyata kepedulian umat Katolik St. Paulus Kraksaan, baik terhadap sesama maupun terhadap lingkungan hidup,” jelas Romo Fadjar.


