JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Sekretaris Panitia Pelaksana (Panpel) Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025, Taufik Jursal Effendi, menilai sepak bola nasional perlu melakukan riset ulang terhadap potensi pemain muda Indonesia.
Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya besar yang harus dikelola dengan lebih terarah agar mampu menghasilkan pemain berkualitas dan berprestasi.
“Sepak bola nasional harus melakukan riset ulang potensi pemain muda karena kita memiliki sumber daya yang luar biasa. Dengan perencanaan dan pembinaan yang tepat, hasilnya akan terlihat pada prestasi nasional,” ujar Taufik, Jumat (17/10/2025).
Taufik menegaskan, kompetisi usia muda seperti Liga Jakarta U-17 sangat penting untuk mengasah mental, skill, dan kesiapan pemain muda menuju level profesional.
Ia juga memaparkan sejumlah pertimbangan dalam menentukan durasi ideal kompetisi usia muda, khususnya kelompok U-15 dan U-17.
-
Usia dan Kematangan Pemain: Pemain muda U-15 dan U-17 masih berada pada fase perkembangan fisik dan mental, sehingga memerlukan waktu adaptasi terhadap tekanan kompetisi.
-
Jumlah Pertandingan: Idealnya, pemain muda menjalani 20–30 pertandingan per musim, agar memperoleh pengalaman cukup tanpa beban berlebihan.
-
Durasi Kompetisi: Kompetisi yang berlangsung selama 6–9 bulan per musim dinilai paling ideal. Durasi tersebut memungkinkan pemain berkembang secara optimal dari segi mental, teknik, maupun taktik.
“Kompetisi yang berkesinambungan menjadi arah terbaik untuk menilai mental, skill, dan kesiapan pemain muda,” tambah Taufik.

Lebih lanjut, Taufik menyebutkan bahwa pengelolaan klub yang profesional juga dapat berdampak positif bagi ekonomi dan prestasi nasional.
“Jika klub dikelola secara profesional, maka geliat ekonomi di sekitar sepak bola juga akan ikut terangkat. Ujungnya, prestasi sepak bola Indonesia akan meningkat,” ujarnya.
Sebagai informasi, Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025 kini menjadi salah satu wadah pembinaan pemain muda paling potensial di ibu kota.
Sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta, kompetisi ini disebut sebagai miniatur Timnas U-17, karena menghadirkan bibit-bibit terbaik dari berbagai sekolah dan akademi sepak bola di Jakarta.


