OLEH: ALEX PALIT
MEMASUKI HARI TENANG jelang pencoblosan 14 Februari, serangan mendiskreditan capres 02 Prabowo Subianto makin gencar digemakan, apa itu berupa berita hoax, black campaign maupun fitnah sebagai upaya pembunuhan karakter (character assassination).
Setelah gagal lewat serangan dengan tuduhan pelanggaran kasus penculikan aktivis pro demokrasi 1997/1998 yang sudah basi. Kini serangan membabi-buta atas diri Prabowo bergeser ke food estate dan pembelian pesawat Mirage 2000-5.
Sudah tentu semua serangan itu dilakukan dengan satu tujuan utama, yaitu untuk men-downgrade, menurunkan elektabilitas keterpilinhan Prabowo makin moncer memenangi kontestasi Pilpres 2024.
Serangan ini sengaja diaransemen, diopinikan, dilagukan, diedarkan, dilayangkan dan ditebarkan oleh bukan pendukung 02 maupun rival politik Prabowo.
Sekali lagi, semua itu dilakukan, digemakan dan diopini-publikkan pastinya dengan pretensi dan tendensi politik.
Pertama, untuk membangun opini publik dalam upaya melakukan character assassination atas diri Prabowo.
Kedua, untuk men-downgrade Prabowo dengan pembentukan opini publik lewat media sosial atau lewat statemen-statemen yang dilontarkan oleh orang-orang yang berseberangan pilihan politik alias bukan pendukung 02, termasuk rival politik Prabowo di kontestasi Pilpres 2024.
Ketiga, pembentukan dan penebaran opini publik ini tak lain adalah dimaksudkan untuk menghadang dan menjegal keterpilihan Prabowo memenangi gelaran kontestasi Pilpres 2024.
Alex Palit, penulis buku “2024 Kenapa Harus Prabowo Subianto Notonegoro”.


