JAKARTA, TERMINALNEWS,CO – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo memberikan dukungan penuh kepada pendaki muda Khansa Syahlaa untuk menaklukkan puncak gunung Aconcaqua, Argentina. Dito Ariotedjo melihat Khansa sebagai sosok panutan bagi generasi X yang berhasil menunjukkan prestasi dunia diusianya yang masih 18 tahun.
Menpora Dito Ariotedjo melepas Khansa Syahlaa yang akan melakukan pendakian Gunung Aconcagua di Argentina, di Kantor Kemenpora, Senayan Jakarta, pada Kamis malam, 18 Januari 2024. Siswi kelas XII SMA Labschool Jakarta tersebut akan melakukan ekspedisi pendakian untuk menaklukkan gunung tertinggi di Benua Amerika Selatan tersebut mulai 20 Januari – 13 Februari 2024.
Menpora Dito Ariotedjo sangat mengapresiasi prestasi pendaki muda berusia 18 tahun yang sudah mampu membuat catatan luar biasa dengan menaklukkan 89 puncak gunung di dunia. Dengan prestasinya tersebut, Menpora Dito Ariotedjo dengan sepenuh hati memberikan dukungan baik moril maupun materiel untuk membantu Khansa Syahlaa mewujudkan cita citanya menjadi pendaki gunung putri termuda yang bisa menaklukkan Seven Summit of The World.
“Hari ini kita telah kehadiran pendaki muda kita Khansa dan ayahandanya Aulia, dimana pada Sabtu 20 Januari 2024, akan berangkat untuk mendaki gunung Seven Summit of The World dan salah satunya di Argentina. Kita melepas secara resmi karena aktivasi dan ekspedisi Khansa kali ini, Kemenpora mendukung dan kita lepas hari ini dan ada juga mbak Putri yang baru saja kembali dari salah satu destinasi Seven Summit yaitu di Antartika,” kata Menpora Dito Ariotedjo.

Pendaki muda Khansa Syahlaa kali ini dipercaya untuk mengibarkan bendera Merah Putih di Puncak Gunung Aconcagua, Argentina dengan segudang prestasi yang sudah diraihnya. Kerja keras Khansa, gadis kelahiran 16 Maret 2006 ini tidak lepas dari dukungan kedua orang tuanya yaitu pasangan Aulia Ibnu dan Pramudi Ayuwardani.
“Ini adalah gunung keempat dari Seven Summit, dan etelah dari ini lanjut lagi ke Everest. Dan ini kita harus apresiasi kepada bapaknya Pak Aulia Ibnu yang dari 5 tahun sudah membiasakan Khansa naik gunung. Ini menjadi bukti bahwa yang namanya pembinaan olahraga itu jika dimuli dari dini ini bukan suatu yang mustahil bisa menembus tingkat dunia. dan ini dibuktikan oleh Khansa,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo.
Dan yang tak kalah penting bagi karir Khansa adalah dukungan pihak sekolah. Pasalnya Khansa saat ini masih menjadi siswi kelas XII SMA Labschool, Rawamangun, Jakarta. Dengan dukungan pihak sekolah yang memberikan kebebasan belajar jarak jauh, maka Khansa tidak ketinggalan pelajaran maupun ujian sekolahnya.
“Saya juga memberikan apresiasi kepada pihak sekolah Labschool Rawamangun, yang saat ini hadir kepla Sekolah Pak Suparno. Dimana keterlibatan pihak sekolah harus bisa menjadi contoh bagi sekolah lain yang memiliki siswa siswi yang memiliki potensi dibidang olahraga untuk level dunia. Jadi saya sangat yakin ini pasti dari dukungan pihak sekolah memberikan kemudahan dalam proses belajar,” tambah Dito Ariotedjo.

Sementara itu Kepala Sekolah Labschool, Rawamangun, Jakarta, Suparno yang hadir dalam kesempatan tersebut mengaku sangat bersyukur memiliki siswi berprestasi Khansa Syahlaa. Sejak diterima dari jalur prestasi Khansa tidak henti hentinya mencatat prestasi dan mengharumkan nama bangsa dan negara termasuk nama sekolah Labschool Rawamangun, Jakarta.
Sejak masuk sekolah di Labschool, dara kelahiran Bogor, Jawa Barat ini telah menunjukkan prestasi yang luar biasa dengan menaklukkan tiga puncak dunia yang masuk dalam Seven Summit of The World. Puncak tertinggi didunia pertama yang ditaklukkannnya adalah puncak Gunung Cartenz Pyramide atau Puncak Jaya di Papua (4.884 mdpl) pada 2017 saat usianya 10 tahun.
Khansa kemudian mendaki puncak Gunung Kilimanjaro di Tanzania (5.895 mdpl) pada 2019, dan terakhir mendaki Gunung Elbrus di Rusia (5.642 mdpl) pada 2022.
“Ini sungguh pengalaman yang luar biasa bagi kami, Khansa ini Outstanding, kami terima lewat jalur prestasi. Bayangkan waktu itu masih SMP dia sudah selesai ekstend dan kita terima di SMA. Khansa memberikan hadiah terbesar saat Ulang Tahun Republik Indonesia ke 77 tahun 2022. Khansa berhasil menancapkan Sang Merah Putih di puncak Gunung Elbrus Rusia. Itu menjadi puncak gunung ke 77 yang berhasil didaki dan puncak ketiga gunung tertingi di dunia,” kata Kepala Sekolah Labschool Rawamangun Suparno.

Menurut Suparno, Siswinya tersebut mempunyai target untuk menyelesaikan Seven Summit of the World sebelum masuk kuliah. Khansa Syahlaa ingin menorehkan record sebagai pendaki putri termuda di dunia yang berhasil menyelesaikan Seven Summit of The World.
Gunung Aconcaqua merupakan gunung tertinggi di Benua Amerika Selatan yang memiliki ketinggian 6.962 meter dari permukaan laut. Khansa Syahla melakukan pendakian kali ini dalam rangka program Seven Summit of The World. Khansa Syahla akan didampingi oleh ayahnya Aulia Ibnu untuk berangkat ke Argentina pada Sabtu, 20 Januari 2024.
Menurut rencana Khansa Syahlaa akan melkukan pendakian puncak gunung Aconcaqua selama 13 hari dan 7 hari untuk menuruni puncak gunung tepatnya pada 13 Februari 2024.
Persiapan pendakian ekspedisi Gunung Aconcagua di Argentina ini, sudah dilakukan Khansa cukup lama yaitu sekitar empat bulan yang lalu. Dengan tekadnya sendiri Khansa mulai mengurusan dokumen, administrasi serta latihan fisik. Pasalnya Aconcagua merupakan salah satu puncak tertinggi didunia yang sangat menantang dan berbahaya.
“Latihan fisik ini bisa seminggu sampai empat kali, lari, joging, sepeda, berenang atau naik gunung seperti ke Gunung Gede, Gunung Slamet, Gunung Sindoro. Gunung Aconcagu ini kita butuh persiapan yang ekstra dan lumayan beda karena gunung ini chalenging banget. Butuh waktu kira-kira 12 hingga 15 jam untuk bisa mencapai puncaknya dengan total pendakian selama 15 hari pendakian,” kata Khansa Syahlaa.

Dalam kesempatan tersebut Menpora Dito Ariotedjo juga memberikan tali kasih berupa uang pribadinya sebagai bekal Khansa Syahlaa saat melakukan ekspedisi ke Argentina.
“Khansa ini kita tadi sudah support dari Kemenpora, mungkin ini ada tambahan sedikit dari Saya pribadi buat Khansa untuk pegangan dari Saya tidak banyak,” tambah Menpora Dito Ariotedjo.


