JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Laksda TNI (Purn) Untung Suropati menyebut Indonesia merupakan pewaris langsung kejayaan peradaban maritim Nusantara, seperti Sriwijaya dan Majapahit.
Hal ini disampaikannya dalam sarasehan bertema Kebangkitan Nasional dan Semangat Nusantara yang digelar pada Selasa (6/5/2025).
Dalam forum tersebut, Untung Suropati menegaskan pentingnya menyadari jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa pelaut yang pernah menguasai lautan dan membentuk peradaban besar.
“Secara historis dan genealogis, kita adalah pewaris DNA bangsa agung yang membentuk peradaban maritim dunia,” ujarnya.
Mengutip pernyataan Sir Walter Raleigh, “Barang siapa menguasai lautan, menguasai dunia,” ia menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai poros maritim global. Klaim ini diperkuat oleh catatan dalam buku The Phantom Voyagers karya Robert Dick-Read, yang mengungkap bahwa pelaut Nusantara telah berlayar hingga Afrika Timur sejak abad ke-5.
Dalam paparannya, Untung menyampaikan lima warisan penting dari Majapahit yang masih relevan hingga kini:
-
Konsep rumah besar bernama Indonesia
-
Bendera Merah Putih
-
Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”
-
Semangat persatuan “Sumpah Palapa”
-
Simbol dan moto kenegaraan di TNI-Polri
Ia juga mengaitkan titik-titik penting sejarah nasional mulai dari Cakrawala Mandala Dwipantara Kertanegara (1274), Sumpah Palapa Gajah Mada (1334), Sumpah Pemuda (1928), Deklarasi Juanda (1957), hingga visi Poros Maritim Dunia (2014) dan Gerakan Kembali ke Nusantara (2018).
“Kita tidak sedang menciptakan hal baru. Ini adalah upaya menyambung kesadaran lama yang pernah membesarkan bangsa ini,” ucapnya.
Acara sarasehan tersebut juga menghadirkan Ketua Umum Pusaka Indonesia, Setyo Hajar Dewantoro, serta Wakil Ketua Umum Eko Nugroho. Setyo Hajar mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali spiritualitas dan budaya luhur Majapahit.
Sementara Eko Nugroho menyoroti kekuatan finansial, intelektual, dan spiritual Majapahit sebagai sumber inspirasi kejayaan bangsa.
Kegiatan dibuka dengan tari Bedhaya Wilwatikta dan tembang Macapat dari grup seni Pusaka Indonesia, serta ditutup oleh tarian Titi Kalamangsa yang dibawakan langsung oleh Setyo Hajar Dewantoro.


